Renungan Kitab Mazmur

Perenungan Mazmur 78 – Pengalaman Bangsa Israel adalah Pelajaran bagi Kita

Mari kita baca berulang-ulang pasal ini atau dengarkan keseluruhan pasal ini karena ini sangat penting bagi kehidupan kita.

Kemarin kita sudah belajar pentingnya mengingat perbuatan-perbuatan TUHAN di masa lalu agar kita tidak melupakan bagaimana TUHAN memimpin kita. Hari ini kita akan melihat perbuatan-perbuatan Tuhan dari pengalaman bangsa Israel dan nasihat yang Tuhan berikan kepada kita.

Jika kita membaca keseluruhan pasal ini, maka ada beberapa pelajaran yang kita bisa dapatkan, antara lain:

Pertama, Tuhan ingin agar kita mau mendengar ajaran-Nya. Itulah sebabnya pada ayat pertama dicatatkan, “… Pasanglah telinga untuk pengajaranku, hai bangsaku, sendengkanlah telingamu kepada ucapan mulutku.” (Mazmur 78:1)

Penting sekali kita mendengarkan ajaran Tuhan karena “… iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.” (Roma 10:17)

Kedua, Alasan mengapa harus diceritakan berulang-ulang perbuatan TUHAN adalah “supaya dikenal oleh angkatan yang kemudian, supaya anak-anak, yang akan lahir kelak, bangun dan menceritakannya kepada anak-anak mereka, supaya mereka menaruh kepercayaan kepada Allah dan tidak melupakan perbuatan-perbuatan Allah, tetapi memegang perintah-perintah-Nya; dan jangan seperti nenek moyang mereka, angkatan pendurhaka dan pemberontak, angkatan yang tidak tetap hatinya dan tidak setia jiwanya kepada Allah.” (Mazmur 78:6-8)

Ketiga, Allah ingin kita mengingat pemeliharaan-Nya kepada bangsa Israel mulai dari laut  yang dibelah, dituntun tiang awan dan api pada siang dan malam hari, makan dan minum diberikan, mukjizat-mukjizat selama di Mesir, menghancurkan musuh, dan lainnya, tetapi bangsa Israel berulang kali mencobai Allah, menyakiti hati-Nya, tetap berbuat dosa, dan memberontak kepada Allah.

Bukankah pasal ini menjadi penghiburan bahwa kita memiliki Allah yang begitu memperhatikan dan memelihara kita, dan juga pasal ini memberi teguran bahwa seringkali kita tidak mau mendengar ajaran-Nya bahkan saat kita melihat atau merasakan penyertaan-Nya dalam hidup kita, kita masih tetap menyakiti hati-Nya dan memberontak pada-Nya.

Tak heran dicatatkan mengenai pengalaman dari bangsa Israel, yaitu “Semuanya ini telah menimpa mereka sebagai contoh dan dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita yang hidup pada waktu, di mana zaman akhir telah tiba.” (1 Korintus 10:11)

Kiranya pelajaran dari bangsa Israel ini boleh menguatkan, mengingatkan, dan menegur kita semua di dalam menjalani kehidupan kita saat ini.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin.

Grow

Recent Posts

Perenungan Titus 1 (Bagian 2) – Lebih Berharga daripada Jabatan

“Sebab sebagai pengatur rumah Allah seorang penilik jemaat harus tidak bercacat...” Titus 1:7 Ketika Paulus…

14 hours ago

Perenungan Titus 1 (Bagian 1) – Janji Allah Tidak Pernah Gagal

“dan berdasarkan pengharapan akan hidup yang kekal yang sebelum permulaan zaman sudah dijanjikan oleh Allah…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 8) – Injil Tidak Dapat Dipenjarakan

Kitab Kisah Para Rasul ditutup dengan sebuah pemandangan yang sederhana, tetapi penuh makna. Paulus memang…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 7) – Tetap Setia Menyampaikan Kebenaran

Sesampainya di Roma, Paulus tidak membuang waktu. Meskipun masih berstatus sebagai tahanan rumah, ia segera…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 6) – Tuhan Tidak Pernah Lupa Janji-Nya

Setelah tinggal selama tiga bulan di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya kembali melanjutkan perjalanan menuju…

5 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 5) – Jadilah Berkat di Mana Pun Tuhan Menempatkanmu

Selama tiga hari pertama di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya diterima dengan ramah oleh Publius,…

6 days ago