Renungan Kitab Mazmur

Perenungan Mazmur 76 – Apa Kata Alkitab tentang Nazar?

Apa itu nazar? Dalam KBBI, Nazar adalah janji (pd diri sendiri) hendak berbuat sesuatu, jika maksud tercapai.

Hari ini kita akan membahas sedikit mengenai nazar.

Berapa banyak dari kita yang pernah atau sedang bernazar atau berjanji kepada Tuhan? Jika kita sudah pernah bernazar, apakah kita sudah menepatinya? Jika kita sedang bernazar, ingatlah untuk menepatinya. Jika kita belum bernazar, maka berhati-hatilah sebelum bernazar. Mari kita ikuti pembahasan hari ini.

Jika saat ini kita belum bernazar, maka kita harus hati-hati dengan nazar kita. Mengapa? karena Alkitab mencatat, “Suatu jerat bagi manusia ialah kalau ia tanpa berpikir mengatakan ‘Kudus’, dan baru menimbang-nimbang sesudah bernazar.” (Amsal 20:25)

Jadi penting untuk kita menimbang-nimbang terlebih dahulu sebelum kita bernazar. Ingatlah kisah Yefta (baca kisah lengkapnya di dalam Hakim-Hakim 11:30-40) di mana ia bernazar “… apa yang keluar dari pintu rumahku untuk menemui aku, pada waktu aku kembali dengan selamat dari bani Amon, itu akan menjadi kepunyaan TUHAN, dan aku akan mempersembahkannya sebagai korban bakaran.” (ay. 31) dan yang keluar saat itu adalah anak perempuannya (ay. 34). Itulah sebabnya Alkitab mencatat, “Demi dilihatnya dia, dikoyakkannyalah bajunya, sambil berkata: ‘Ah, anakku, engkau membuat hatiku hancur luluh dan engkaulah yang mencelakakan aku; aku telah membuka mulutku bernazar kepada TUHAN, dan tidak dapat aku mundur.’” (ay. 35). Tetapi Yefta menepati nazarnya.

Dari sini kita diingatkan untuk berhati-hati saat bernazar.

Jika kita sedang bernazar, ingatlah “Kalau engkau bernazar kepada Allah, janganlah menunda-nunda menepatinya, karena Ia tidak senang kepada orang-orang bodoh. Tepatilah nazarmu.” (Pengkhotbah 5:3)

Dan bagi kita yang sudah pernah bernazar, apakah kita sudah menepatinya?

Pemazmur berkata, “Bernazarlah dan bayarlah nazarmu itu kepada TUHAN, Allahmu! ….” (Mazmur 76:12)

Jadi, janganlah kita bernazar tanpa menimbang-nimbang terlebih dahulu dan jika kita sudah bernazar, ingatlah untuk menepatinya. Jika kita belum menepatinya sekarang, mintalah ampun kepada Tuhan, bertobat, dan tepati nazarmu.

Kiranya renungan hari ini boleh memberkati kita semua.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin.

Grow

Recent Posts

Perenungan Titus 1 (Bagian 1) – Janji Allah Tidak Pernah Gagal

“dan berdasarkan pengharapan akan hidup yang kekal yang sebelum permulaan zaman sudah dijanjikan oleh Allah…

14 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 8) – Injil Tidak Dapat Dipenjarakan

Kitab Kisah Para Rasul ditutup dengan sebuah pemandangan yang sederhana, tetapi penuh makna. Paulus memang…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 7) – Tetap Setia Menyampaikan Kebenaran

Sesampainya di Roma, Paulus tidak membuang waktu. Meskipun masih berstatus sebagai tahanan rumah, ia segera…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 6) – Tuhan Tidak Pernah Lupa Janji-Nya

Setelah tinggal selama tiga bulan di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya kembali melanjutkan perjalanan menuju…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 5) – Jadilah Berkat di Mana Pun Tuhan Menempatkanmu

Selama tiga hari pertama di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya diterima dengan ramah oleh Publius,…

5 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 4) – Jangan Hidup Berdasarkan Penilaian Manusia

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, penduduk Malta segera mengambil kesimpulan. Mereka berkata: "Orang ini…

6 days ago