Renungan Kitab Mazmur

Perenungan Mazmur 68 – Siapakah yang Akan Memenuhi Kebutuhan Orang Tertindas?

Kira-kira apa jawaban dari pertanyaan judul kita hari ini? Mari kita ikuti bersama renungan hari ini.

Pemazmur berkata, “… dalam kebaikan-Mu Engkau memenuhi kebutuhan orang yang tertindas, ya Allah” (Mazmur 68:11)

Apa maksudnya dalam kebaikan Allah, Dia memenuhi kebutuhan orang yang tertindas? Mari kita baca kutipan dari pena inspirasi.

“Apabila kita berdoa, ‘Berikanlah pada hari ini makanan kami secukupnya,’ kami minta bagi orang lain, begitu juga bagi diri kita sendiri. Sementara kita mengakui bahwa apa yang telah diberikan Allah kepada kita, itu bukanlah untuk diri kita sendiri saja, Allah memberikannya kepada kita dalam kepercayaan agar kita memberi makan orang yang kelaparan, oleh kebaikan-Nya. Dia telah menyediakan keperluan orang miskin. Dia katakan, ‘Apabila engkau mengadakan perjamuan siang atau perjamuan malam, janganlah engkau mengundang sahabat-sahabatmu atau saudara-saudaramu atau kaum keluargamu atau tetangga-tetanggamu yang kaya…. Tetapi apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta. Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar.’ Lukas 14:12-14”

Prayer 296.1

Jadi, jika hari ini kita diberkati, janganlah lupa untuk memberkati orang lain. Ingat! Kita diberkati untuk memberkati orang lain.

Berkat itu bukan hanya secara materi, tetapi juga berkat kesehatan, makanan, dan lainnya.

Ada berapa banyak orang yang “menurut kita” bukan termasuk kategori “orang berkecukupan” tetapi suka memberi dan menolong orang yang lebih susah darinya. Ingat renungan kita dari Mazmur 49 bahwa “Hidup untuk diri sendiri berarti binasa. Ketamakan, keinginan untuk menguntungkan diri sendiri saja, memutuskan hubungan jiwa dengan kehidupan. Roh Setanlah yang hanya mau mendapat dan menarik untuk diri sendiri. Roh Kristus adalah memberi, mengorbankan diri demi kesejahteraan orang lain.” (Christ’s Object Lessons 259.1)

Oleh karena itu, jangan kita lupa untuk menolong orang yang tertindas.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin.

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 13 (Bagian 1) – Dipanggil untuk Pekerjaan Tuhan

Kisah Para Rasul pasal 13 menjadi titik penting dalam perjalanan pekabaran Injil. Di pasal inilah…

6 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 12 (Bagian 3) – Ditinggikan atau Direndahkan?

Setelah peristiwa pembebasan Petrus, kisah beralih kepada Raja Herodes. Ia tampil di hadapan rakyat dengan…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 12 (Bagian 2) – Ketika Tuhan Menjawab di Luar Dugaan

Mari kita lanjutkan Kisah Para Rasul pasal 12, ketika Petrus berada di dalam penjara. Situasinya…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 12 (Bagian 1) – Di Tengah Tekanan, Tetap Berdoa

Mari kita belajar dari Kisah Para Rasul pasal 12, bagian awal yang menceritakan tentang penganiayaan…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 11 (Bagian 3) – Iman yang Terlihat dalam Tindakan

Di bagian akhir Kisah Para Rasul pasal 11, kita melihat sebuah peristiwa yang sederhana, tetapi…

5 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 11 (Bagian 2) – Belajar Seperti Barnabas

Setelah orang-orang percaya di Yerusalem memahami penjelasan Petrus, kisah berlanjut kepada tersebarnya Injil ke berbagai…

6 days ago