Renungan Kitab Mazmur

Perenungan Mazmur 50 – Membenci Teguran & Mengesampingkan Firman Tuhan

Apa saja ciri orang fasik yang disebutkan pada pasal ini? Kami hanya bagikan dua ciri saja.

Pertama, orang fasik membenci teguran. Teguran dari siapa? Tentu saja dari Tuhan dan teguran yang diberikan oleh Tuhan melalui nabi-Nya dan yang ada di firman Tuhan. Berapa sering kita juga membenci orang yang menegur dosa kita.  karena Alkitab berkata, “Lebih baik teguran yang nyata-nyata dari pada kasih yang tersembunyi.” (Amsal 27:5)

Jadi janganlah kita mengabaikan atau membenci teguran “Karena perintah itu pelita, dan ajaran itu cahaya, dan teguran yang mendidik itu jalan kehidupan,” (Amsal 6:23)

Kedua, orang fasik itu suka mengesampingkan firman Tuhan. Berapa banyak dari kita yang suka mengesampingkan firman Tuhan dan lebih suka mengikuti keinginan daging? Berapa banyak dari kita yang mungkin saja seperti orang Farisi dan ahli Taurat yang mengesampingkan perintah Allah dan memelihara adat istiadat mereka sendiri (baca Markus 7:7-9)?

Ingatlah selalu untuk menjadikan firman Tuhan sebagai penuntun dalam hidup kita seperti kata pemazmur, “Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.” (Mazmur 119:105)

Jadi, janganlah kita membenci teguran yang berasal dari Tuhan yang mungkin disampaikan oleh teman atau keluarga di sekitar kita, serta jangan pernah mengesampingkan firman Tuhan. Jadilah orang yang takut akan Tuhan, bukan menjadi orang fasik.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin.

Grow

Recent Posts

Perenungan Titus 1 (Bagian 1) – Janji Allah Tidak Pernah Gagal

“dan berdasarkan pengharapan akan hidup yang kekal yang sebelum permulaan zaman sudah dijanjikan oleh Allah…

12 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 8) – Injil Tidak Dapat Dipenjarakan

Kitab Kisah Para Rasul ditutup dengan sebuah pemandangan yang sederhana, tetapi penuh makna. Paulus memang…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 7) – Tetap Setia Menyampaikan Kebenaran

Sesampainya di Roma, Paulus tidak membuang waktu. Meskipun masih berstatus sebagai tahanan rumah, ia segera…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 6) – Tuhan Tidak Pernah Lupa Janji-Nya

Setelah tinggal selama tiga bulan di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya kembali melanjutkan perjalanan menuju…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 5) – Jadilah Berkat di Mana Pun Tuhan Menempatkanmu

Selama tiga hari pertama di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya diterima dengan ramah oleh Publius,…

5 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 4) – Jangan Hidup Berdasarkan Penilaian Manusia

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, penduduk Malta segera mengambil kesimpulan. Mereka berkata: "Orang ini…

6 days ago