Renungan Kitab Mazmur

Perenungan Mazmur 22 – Mazmur Kenabian dan Mesianik atau Mazmur Salib

Mengapa judul kita hari ini adalah Mazmur kenabian dan mesianik atau Mazmur salib? Mari ikuti renungan kita hari ini.

Ada sebuah himne berjudul “O sacred Head Now Wounded” atau di dalam Lagu Sion Edisi Lengkap No. 126 berjudul “Kepala-Mu yang Luka”

Apa hubungan lagu ini dengan Mazmur 22? Mari kita baca kutipan di bawah ini:

“Seseorang tidak boleh berpaling dari Mazmur 22 tanpa membaca himne ‘O Kepala yang suci, sekarang terluka, dengan terbebani rasa kesedihan dan malu’ (lihat The Church Hymnal, No. 130), di mana harmoni dari paduan suara J. S. Bach yang sangat indah dan mengangkat itu diatur ke dengan kata-kata yang mengharukan dari himne tersebut.”

Nichol, Francis D.: The Seventh-day Adventist Bible Commentary: The Holy Bible with Exegetical and Expository Comment. Washington, D.C.: Review and Herald Publishing Association, 1978 (Commentary Reference Series), S. Ps 22:1

Mari kita dengarkan lagu berjudul “Kepala-Mu yang Luka” ini di: https://youtu.be/bKc9fOO6I4w

Syair lagu ini menceritakan mengenai Kristus yang disiksa, dihina, terluka, dan menderita karena dosa kita. Ia menanggung dosa kita. Kita yang mendurhaka, tetapi Ia yang disiksa ganti kita. Biarlah kita mengucap syukur dan tidak mengabaikan kasih-Nya pada kita.

Sebuah lagu yang sangat baik untuk kita dengarkan dan renungkan berulang kali. Begitu juga dengan Mazmur pasal 22 ini, adalah baik untuk kita dengarkan. Lalu apa hubungannya lagu tersebut, Mazmur pasal 22, dan juga Mazmur kenabian atau mesianik atau salib?

Mari kita baca kutipan di bawah ini:

“Mazmur ini telah disebut mazmur kenabian dan Mesias dari penderitaan yang terbesar, dan kadang-kadang disebut sebagai Mazmur Salib, karena referensi-referensi di dalamnya yang penulis perjanjian baru terapkan pada penderitaan Anak Allah yang tidak berdosa selama masa-masa kesengsaraan-Nya, ketika, terlepas dari kepercayaan-Nya kepada Tuhan, tampaknya Tuhan telah meninggalkan Dia.”

 – Nichol, Francis D.: The Seventh-day Adventist Bible Commentary: The Holy Bible with Exegetical and Expository Comment. Washington, D.C.: Review and Herald Publishing Association, 1978 (Commentary Reference Series), S. Ps 22:1

Benarkah demikian? Mari kita cermati beberapa ayat di pasal 22 ini yang sehubungan dengan Yesus seperti ayat 2, 8, 9, dan 19.

Mari kita baca ayat 2, “Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku? ….” (Mazmur 22:2)

Saat membaca ayat ini, bukankah ini mirip dengan perkataan Kristus di salib? “Dan pada jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: ‘Eloi, Eloi, lama sabakhtani?’, yang berarti: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? (Markus 15:34)

Sekarang mari kita baca ayat 8, “Semua yang melihat aku mengolok-olok aku, mereka mencibirkan bibirnya, menggelengkan kepalanya: ‘Ia menyerah kepada TUHAN; biarlah Dia yang meluputkannya, biarlah Dia yang melepaskannya! Bukankah Dia berkenan kepadanya?’” (Mazmur 22:8-9)

Ayat ini mirip dengan yang dicatatkan di kitab Injil, “Orang-orang yang lewat di sana menghujat Dia, dan sambil menggelengkan kepala mereka berkata: ‘Hai Engkau yang mau merubuhkan Bait Suci dan mau membangunnya kembali dalam tiga hari, turunlah dari salib itu dan selamatkan diri-Mu!’ Demikian juga imam-imam kepala bersama-sama ahli Taurat mengolok-olokkan Dia di antara mereka sendiri dan mereka berkata: ‘Orang lain Ia selamatkan, tetapi diri-Nya sendiri tidak dapat Ia selamatkan!’ (Markus 15:29-31)

Dan pada ayat 19 dicatatkan, “Mereka membagi-bagi pakaianku di antara mereka, dan mereka membuang undi atas jubahku.” (Mazmur 22:19)

Penggenapan ayat tersebut ada di dalam Matius 27:35, “Sesudah menyalibkan Dia mereka membagi-bagi pakaian-Nya dengan membuang undi.”

Jadi, dari Mazmur pasal 22 dan lagu himne ini kita belajar untuk merenungkan kasih Kristus yang begitu besar pada kita yang berdosa ini.

Kiranya renungan pada hari ini boleh memberkati kita semua.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin.

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 18 (Bagian 3) – Ketika Tuhan Menggagalkan Rencana Manusia

Ketika pelayanan Paulus di Korintus semakin berkembang, orang-orang Yahudi yang menolak Injil mulai melawan Paulus.…

16 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 18 (Bagian 2) – Jangan Diam

Di Korintus, pelayanan Paulus tidak selalu berjalan mudah. Ketika ia memberitakan Injil, sebagian orang mulai…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 18 (Bagian 1) – Menjadi Saksi

Setelah meninggalkan Atena, Paulus tiba di Korintus. Di sana ia bertemu dengan sepasang suami istri,…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 17 (Bagian 4) – Tetap Setia Menyampaikan Kebenaran

Setelah Paulus menjelaskan tentang Allah yang benar di Atena, ia mulai berbicara tentang pertobatan dan…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 17 (Bagian 3) – Religius Belum Tentu Mengenal Tuhan

Setelah meninggalkan Berea, Paulus tiba di Atena, sebuah kota yang penuh dengan filsafat, budaya, dan…

5 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 17 (Bagian 2) – Kebenaran Tidak Dapat Dihentikan

Setelah banyak orang di Berea menerima firman Tuhan, kabar itu sampai kepada orang-orang Yahudi di…

6 days ago