Renungan Kitab Mazmur

Perenungan Mazmur 126 – Menabur dengan Air Mata

Mungkin kita sering mendengar sistem tabur tuai, yaitu apa yang kita tabur, itu juga yang akan kita tuai. Dan kali ini pemazmur berkata, “Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai.” (Mazmur 126:5) 

Apa maksud ayat ini? 

Penjelasan sehubungan dengan ayat ini banyak mengarah kepada penderitaan yang dialami oleh umat Tuhan yang setia yang digambarkan sebagai menabur air mata, tetapi pada akhirnya akan menuai sukacita. 

“Mereka yang berdiri seperti prajurit yang setia untuk berperang melawan yang salah, dan membela yang benar, berperang melawan pemerintah dan penguasa, melawan penguasa kegelapan dunia ini, melawan kejahatan spiritual di tempat tinggi, masing-masing akan menerima pujian dari Guru, ‘Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, masuklah ke dalam sukacita tuanmu!’

Testimonies for the Church, Vol. 3, 327.2

Sama seperti Kristus yang adalah guru dan teladan kita, pena inspirasi mencatat,Hidupnya penuh dengan kerja keras, kesedihan, dan penderitaan; Dia kemudian memberikan diri-Nya untuk kita. Mereka yang, sebagai pengganti Kristus, memohon agar jiwa-jiwa diperdamaikan dengan Allah, dan yang berharap untuk memerintah bersama Kristus dalam kemuliaan, harus berharap untuk mengambil bagian dalam penderitaan-Nya di sini.” (Early Writings 63.3) 

Jadi, jika kita sedang menabur dengan air mata penderitaan karena Kristus, maka percayalah pada akhirnya kita akan mendapatkan kebahagiaan bersama dengan Tuhan. 

Apakah kita sudah menbaur dengan air mata? 

Jika hari ini kita belum menabur dengan air mata, maka berdoalah pada Tuhan agar kita bisa menjadi menabur dengan air mata karena Yakobus berkata, “Saudara-saudara, turutilah teladan penderitaan dan kesabaran para nabi yang telah berbicara demi nama Tuhan.” (Yakobus 5:10) 

Kiranya renungan pada hari ini boleh menguatkan kita semua yang mungkin saat ini sedang menabur dengan air mata, karena akan menuai sukacita. Ini adalah janji dan penghiburan bagi kita. 

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin.

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 26 (Bagian 5) – Kesaksian Paling Kuat

Setelah menegur Paulus dengan kata-kata, "Sukar bagimu menendang ke galah rangsang," Yesus tidak berhenti sampai…

11 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 26 (Bagian 4) – Sukar Menendang ke Galah Rangsang

Kemarin kita sudah membahas “Mengapa engkau menganiaya Aku?” dan hari ini kita akan membahas ungkapan…

1 day ago

Perenungan Kisah Para Rasul 26 (Bagian 3) – Mengapa Engkau Menganiaya Aku?

Di hadapan Raja Agripa, Paulus melanjutkan kesaksiannya tentang peristiwa yang mengubah seluruh hidupnya. Dalam perjalanan…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 26 (Bagian 2) – Kuasa Tuhan yang Mengubahkan

Di hadapan Raja Agripa, Paulus mulai menceritakan kehidupannya sebelum bertobat. Ia menjelaskan bahwa dahulu ia…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 26 (Bagian 1) – Kesempatan untuk Bersaksi

Setelah berbagai tuduhan dan persidangan yang dialaminya, Paulus kini berdiri di hadapan Raja Agripa, Bernike,…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 25 (Bagian 6) – Kesempatan untuk Bersaksi

Setelah mendengar penjelasan Festus mengenai perkara Paulus, Raja Agripa berkata: “… ‘Aku ingin mendengar orang…

5 days ago