Renungan Kitab Mazmur

Perenungan Mazmur 12 – Doa Minta Tolong Terhadap Orang yang Curang

Judul renungan kita hari ini diambil dari judul perikop yang tertera di Alkitab versi TB (Terjemahan Baru).

Bagi beberapa orang yang mungkin belum tahu, saya ingin memberikan sedikit informasi bahwa judul perikop ini tidak ada di dalam tulisan aslinya, tetapi ini ditambahkan.

Selain itu, informasi lainnya yang ingin saya bagikan adalah judul perikop pasal ini di versi ILT3 adalah “YAHWEH Menolong Orang Miskin.” Dan tentu saja di versi lainnya atau dalam Bahasa Inggrisnya, akan berbeda.

Tetapi bagi saya secara pribadi, saya sangat tertarik saat membaca judul perikop pada Mazmur pasal 12 di dalam versi TB ini. Mengapa? Karena ada banyak kecurangan yang saya lihat dalam kehidupan sehari-hari dan saya sendiri pernah merasa diperlakukan dengan curang.

Contoh kecurangan:

– Curang saat bermain di sebuah permainan (permainan tradisional, kartu, game console yang tiba-tiba saat kita baru masuk di permainan sudah mendapat uang sangat banyak, bahkan permainan yang dilakukan di dalam gereja, dan permainan lainnya.)

– Curang dalam pemberian upah. Ingat kisah Yakub dan Laban? Yakub berkata, “Tetapi ayahmu telah berlaku curang kepadaku dan telah sepuluh kali mengubah upahku, tetapi Allah tidak membiarkan dia berbuat jahat kepadaku.” (Kejadian 31:7)

– Curang dalam pengadilan sehingga tidak mengadili dengan benar.

– Curang di dalam perdagangan (seperti tidak memberikan timbangan yang sesuai. Beli 1kg tetapi dapat 950 gr, dan kecurangan lainnya).

Ada banyak contoh kecurangan yang terjadi dalam kehidupan kita, tetapi pasal ini mengajarkan kita untuk berdoa saat kita mengalami kecurangan dan ada janji TUHAN pada pasal ini yang sangat menguatkan saya secara pribadi, yaitu “… Aku bangkit, firman TUHAN; Aku memberi keselamatan kepada orang yang menghauskannya. Engkau, TUHAN, yang akan menepatinya, Engkau akan menjaga kami senantiasa terhadap angkatan ini.” (Mazmur 12:6,8)

Itu adalah janji TUHAN bagi kita. Walaupun kita akan mengalami kecurangan, percayalah bahwa TUHAN akan selamatkan kita dan senantiasa menjaga kita.

Kesaksian singkat yang pernah saya alami saat mengalami kecurangan adalah setelah itu ada berkat yang TUHAN berikan kepada saya dan juga karakter saya diubahkan untuk lebih bersabar menghadapi kecurangan, tidak langsung melakukan kekerasan atau tindakan yang tidak baik saat mengalami kecurangan.

Kiranya renungan hari ini boleh menguatkan kita semua. Amin.

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 8 (Bagian 9) – Roh Kudus Menolong dalam Kelemahan Kita

“Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus…

14 hours ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 8) – Menantikan Penebusan dengan Tekun

“Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga…

2 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 7) – Dua Pengkhotbah

Renungan hari ini panjang. Pastikan Anda menyediakan waktu khusus untuk membaca sedikit lebih lama dari…

3 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 6) – Penderitaan Sekarang dan Kemuliaan yang Akan Datang

“Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan…

4 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 5) – Anak-Anak Allah

“Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah…

5 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 4) – Mematikan Perbuatan Daging

“Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan…

6 days ago