Renungan Kitab Mazmur

Perenungan Mazmur 115 – Siapakah yang Mempunyai Mulut tapi Tidak Dapat berkata-kata?

Ini adalah pasal yang sangat baik untuk kita baca atau dengarkan secara keseluruhan. 

Siapakah yang mempunyai mulut, tetapi tidak dapat berkata-kata?

Mungkin jawaban kita bisa berbeda-beda. Tetapi jika dilanjutkan lagi, ia mempunyai mata, tetapi tidak dapat melihat, ia juga mempunyai telinga, tetapi tidak dapat mendengar, ia mempunyai hidung, tetapi tidak dapat mencium, dan seterusnya. Kira-kira gambaran siapakah ini? 

Ini adalah gambaran dari berhala-berhala. Benarkah demikian? Mari kita baca yang dituliskan Pemazmur di dalam ayat 4-7. 

Mazmur 115:4-7

4 Berhala-berhala mereka adalah perak dan emas, buatan tangan manusia, 

5 mempunyai mulut, tetapi tidak dapat berkata-kata, mempunyai mata, tetapi tidak dapat melihat, 

6 mempunyai telinga, tetapi tidak dapat mendengar, mempunyai hidung, tetapi tidak dapat mencium, 

7 mempunyai tangan, tetapi tidak dapat meraba-raba, mempunyai kaki, tetapi tidak dapat berjalan, dan tidak dapat memberi suara dengan kerongkongannya. 

Jadi, maukah kita memuja atau menyembah allah yang diciptakan manusia yang tidak bisa berbicara, mendengar, melihat, meraba, berjalan, dan memberi suara? 

Sembahlah Allah yang hidup, jangan allah yang tidak bisa apa-apa. Sembahlah Allah Pencipta, bukan allah ciptaan manusia. Itulah sebabnya ada kisah mengenai patung Dagon yang terjatuh (kita sudah pernah membahasnya pada Perenungan Mazmur 97. Silahkan dibaca ulang). 

Itulah sebabnya Pemazmur meminta kita percaya kepada TUHAN yang akan menjadi penolong, perisai dan pemberi berkat bagi kita (baca mulai ayat 11-18) karena Dialah yang empunya semesta alam ini, yang menciptakan langit dan bumi. 

Jadi, sembahlah TUHAN karena “TUHAN telah mengingat kita; Ia akan memberkati …orang-orang yang takut akan TUHAN, baik yang kecil maupun yang besar.” (Mazmur 115:12-13) 

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin.

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 26 (Bagian 5) – Kesaksian Paling Kuat

Setelah menegur Paulus dengan kata-kata, "Sukar bagimu menendang ke galah rangsang," Yesus tidak berhenti sampai…

14 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 26 (Bagian 4) – Sukar Menendang ke Galah Rangsang

Kemarin kita sudah membahas “Mengapa engkau menganiaya Aku?” dan hari ini kita akan membahas ungkapan…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 26 (Bagian 3) – Mengapa Engkau Menganiaya Aku?

Di hadapan Raja Agripa, Paulus melanjutkan kesaksiannya tentang peristiwa yang mengubah seluruh hidupnya. Dalam perjalanan…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 26 (Bagian 2) – Kuasa Tuhan yang Mengubahkan

Di hadapan Raja Agripa, Paulus mulai menceritakan kehidupannya sebelum bertobat. Ia menjelaskan bahwa dahulu ia…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 26 (Bagian 1) – Kesempatan untuk Bersaksi

Setelah berbagai tuduhan dan persidangan yang dialaminya, Paulus kini berdiri di hadapan Raja Agripa, Bernike,…

5 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 25 (Bagian 6) – Kesempatan untuk Bersaksi

Setelah mendengar penjelasan Festus mengenai perkara Paulus, Raja Agripa berkata: “… ‘Aku ingin mendengar orang…

6 days ago