Renungan Kitab Mazmur

Perenungan Mazmur 109 – Doa Seorang yang Kena Fitnah

Pernahkah kita difitnah? Jika pernah, maka ini adalah pasal yang sangat baik untuk kita baca atau dengarkan.

Sesuai dengan judul perikop yang diberikan oleh versi TB, kami juga mengambilnya sebagai judul hari ini, yaitu “Doa Seorang yang Kena Fitnah” Walaupun judul versi ILT3 mencatat “Permohonan Pembalasan atas Musuh.” Mari kita lihat sekilas keseluruhan pasal ini.

Ayat 1-5 adalah keluhan mengenai mulut orang fasik yang mempunya ciri-ciri:

(1) mulut penipu dan lidah dusta
(2) menyerang tanpa alasan dengan kata-kata kebencian
(3) menuduh
(4) membalas kebaikan dengan kejahatan

Ayat 6-20 adalah doa bagi orang fasik yang suka mulutnya penuh tipu dan fitnah. 

Ayat 21-29 adalah doa bagi dirinya agar Tuhan berkenan menolongnya.

Ayat 30-31 adalah kata-kata penutup dari pemazmur yang merupakan ucapan syukur dan imannya yang percaya bahwa TUHAN akan berdiri membelanya serta mendatangkan keadilan dan keselamatan baginya.

Jika kita membaca pasal ini secara keseluruhan, 

Pemazmur tidak mendendam terhadap musuhnya ataupun melakukan pembalasannya sendiri. Itulah sebabnya Ia berdoa kepada TUHAN dan di awal dari pasal ini dicatat, “Sebagai balasan terhadap kasihku mereka menuduh aku, sedang aku mendoakan mereka.” (Mazmur 109:4)

Pemazmur mendoakan mereka dan tidak membalas perbuatan mereka. Begitu juga seharusnya dengan kita. Kita seharusnya mendoakan musuh kita atau orang yang memfitnah kita dan tidak membalas perbuatannya. Mengapa?

Karena TUHAN mengingatkan kita bahwa “Hak-Kulah dendam dan pembalasan … Sebab TUHAN akan memberi keadilan kepada umat-Nya ….” (Ulangan 32:35-36)

Dan diulangi lagi di kitab Ibrani, “… ‘Pembalasan adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan.’ Dan lagi: “‘Tuhan akan menghakimi umat-Nya.'” (Ibrani 10:30)

Dan Yesus sendiri juga mengajarkan kepada kita “… Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.” (Matius 5:44-45)

Kiranya renungan ini boleh menjadi berkat bagi kita semua. Amin.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua.

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 2 (Bagian 4) – Ketika Pengetahuan Tidak Sejalan dengan Kehidupan

Setelah mengingatkan kita bahwa bukan hanya mendengar firman, tetapi juga melakukannya, Paulus melanjutkan dengan teguran…

14 hours ago

Perenungan Roma 2 (Bagian 3) – Mendengar atau Melakukan?

Setelah berbicara tentang penghakiman Allah yang adil, Paulus membawa kita kepada sesuatu yang sering kali…

2 days ago

Perenungan Roma 2 (Bagian 2) – Allah Menghakimi dengan Adil

Setelah mengingatkan kita untuk tidak menghakimi orang lain, Paulus mengarahkan perhatian kita kepada satu hal…

3 days ago

Perenungan Roma 2 (Bagian 1) – Jangan Menghakimi Orang Lain

Setelah dalam pasal sebelumnya Paulus menjelaskan tentang dosa dan keadaan manusia yang semakin jauh dari…

4 days ago

Perenungan Roma 1 (Bagian 6) – Jangan Keraskan Hati

“Dan karena mereka tidak merasa perlu untuk mengakui Allah, maka Allah menyerahkan mereka kepada pikiran-pikiran…

5 days ago

Perenungan Roma 1 (Bagian 5) – Ketika Hati Menjauh dari Allah

Roma 1:26–27 menunjukkan kepada kita akibat yang semakin jauh ketika manusia terus-menerus menolak Allah. Paulus…

6 days ago