Renungan Kitab Kisah Para Rasul

Perenungan Kisah Para Rasul 27 (Bagian 5) – Aku Percaya kepada Allah

Di tengah badai yang belum juga reda, ketika semua orang mulai kehilangan harapan, Paulus berdiri dan berkata:

Malaikat itu menyampaikan kabar yang menenangkan hati Paulus.

Tuhan berjanji bahwa Paulus akan tiba di Roma dan tidak seorang pun yang berada di kapal itu akan binasa.

Karena itulah Paulus dapat berkata dengan penuh keyakinan:

Perhatikan, Paulus tidak berkata, “Aku percaya badai ini akan segera reda.”
Ia juga tidak berkata, “Aku percaya kapal ini tidak akan rusak.”
Yang ia katakan adalah: “Aku percaya kepada Allah.”
Inilah dasar iman yang sejati.

Iman kita tidak dibangun di atas keadaan yang baik.
Iman kita tidak bergantung pada apa yang kita lihat.
Iman kita berakar pada Pribadi Allah yang setia kepada janji-Nya.

Sering kali kita lebih mudah percaya ketika semuanya berjalan lancar. Namun ketika badai datang dan jawaban doa belum terlihat, iman kita mulai diuji.

Di saat seperti itulah kita belajar bahwa yang terutama bukanlah memahami semua rencana Tuhan, melainkan mempercayai Pribadi Tuhan.

Percaya kepada Tuhan berarti tetap berpegang pada janji-Nya, sekalipun badai belum reda.

Paulus masih berada di tengah badai ketika ia mengucapkan kata-kata itu. Angin masih bertiup dan ombak masih menghantam kapal. Tidak ada satu pun keadaan yang berubah. Tetapi hati Paulus telah dipenuhi damai, karena ia percaya kepada Allah.

Hari ini, mungkin badai dalam hidup kita juga belum berlalu. Masalah belum selesai. Pergumulan masih ada. Namun kita tetap dapat berkata seperti Paulus: “Aku percaya kepada Allah.”

Sebab Tuhan yang setia pada zaman Paulus adalah Tuhan yang sama yang memegang hidup kita hari ini.

Dia tidak pernah mengingkari janji-Nya dan tidak pernah meninggalkan anak-anak-Nya.

Kiranya di tengah segala keadaan, iman kita tetap tertuju kepada Tuhan, bukan kepada situasi di sekitar kita.

Selamat pagi, selamat Sabat, dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 5 (Bagian 14) – Ketaatan Membawa Kehidupan

“Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula…

21 hours ago

Perenungan Roma 5 (Bagian 13) – Siapa yang Menguasai Hidup Kita?

“... maka lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran,…

2 days ago

Perenungan Roma 5 (Bagian 12) – Karunia yang Jauh Lebih Besar

Kemarin kita sudah membahas Paulus membandingkan Adam dan Kristus. Melalui Adam, dosa masuk dan membawa…

3 days ago

Perenungan Roma 5 (Bagian 11) – Melalui Satu Orang

“Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh…

4 days ago

Perenungan Roma 5 (Bagian 10) – Dari Jauh Menjadi Dekat

“Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang…

5 days ago

Perenungan Roma 5 (Bagian 9) – Kristus Mati bagi Orang Berdosa

“Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka... Akan tetapi Allah…

6 days ago