Renungan Kitab Kisah Para Rasul

Perenungan Kisah Para Rasul 27 (Bagian 4) – Bersandar pada Tuhan

Badai terus mengamuk. Hari demi hari berlalu tanpa tanda-tanda cuaca akan membaik.

Inilah titik terendah dalam perjalanan itu. Para awak kapal telah berusaha melakukan segala yang mereka bisa.

Mereka telah mengurangi muatan kapal. Mereka telah bekerja siang dan malam. Namun badai tidak kunjung reda. Akhirnya, mereka kehilangan harapan.

Bukankah kita juga pernah mengalami keadaan seperti itu?

Ada saat-saat ketika pergumulan terasa begitu panjang. Kita sudah berdoa. Kita sudah berusaha. Namun keadaan tampaknya tidak berubah. Sedikit demi sedikit, harapan mulai memudar.

Yang menarik, justru ketika semua orang kehilangan harapan, Tuhan mulai menyatakan pengharapan-Nya.

Di bagian berikutnya, melalui Paulus, Tuhan menyampaikan janji bahwa tidak seorang pun akan binasa.

Hal ini mengajarkan kepada kita bahwa pengharapan dari Tuhan sering kali bersinar paling terang ketika harapan manusia telah habis.

Oleh karena itu, janganlah kita mengandalkan kekuatan sendiri, tetapi belajarlah bersandar sepenuhnya kepada Tuhan.

“Satu-satunya keamanan kita adalah terus-menerus tidak mempercayai diri sendiri dan bergantung kepada Kristus.”

The Faith I Live By 336.2

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 5 (Bagian 14) – Ketaatan Membawa Kehidupan

“Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula…

21 hours ago

Perenungan Roma 5 (Bagian 13) – Siapa yang Menguasai Hidup Kita?

“... maka lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran,…

2 days ago

Perenungan Roma 5 (Bagian 12) – Karunia yang Jauh Lebih Besar

Kemarin kita sudah membahas Paulus membandingkan Adam dan Kristus. Melalui Adam, dosa masuk dan membawa…

3 days ago

Perenungan Roma 5 (Bagian 11) – Melalui Satu Orang

“Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh…

4 days ago

Perenungan Roma 5 (Bagian 10) – Dari Jauh Menjadi Dekat

“Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang…

5 days ago

Perenungan Roma 5 (Bagian 9) – Kristus Mati bagi Orang Berdosa

“Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka... Akan tetapi Allah…

6 days ago