Di hadapan gubernur Feliks, Paulus tidak hanya membela dirinya dari berbagai tuduhan. Ia juga menggunakan kesempatan itu untuk menyaksikan iman yang dipegangnya.
“Aku menaruh pengharapan kepada Allah, sama seperti mereka juga, bahwa akan ada kebangkitan semua orang mati, baik orang-orang yang benar maupun orang-orang yang tidak benar.”
Kisah Para Rasul 24:15
Paulus hidup dengan memandang kepada janji Tuhan yang akan digenapi pada masa yang akan datang.
Paulus telah mengalami banyak penderitaan. Ia dipenjara, difitnah, ditolak, bahkan beberapa kali hampir dibunuh. Namun ia tetap setia karena ia memiliki pengharapan yang melampaui keadaan yang sedang dihadapinya.
“Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.”
2 Korintus 4:17
Dunia menawarkan banyak harapan yang sifatnya sementara. Harapan pada kekayaan, kesehatan, pekerjaan, atau manusia dapat berubah sewaktu-waktu. Tetapi pengharapan yang diberikan Kristus tidak pernah mengecewakan.
Hari ini, apa pun pergumulan yang sedang kita hadapi, marilah kita mengingat bahwa hidup kita tidak berakhir di dunia ini. Kita memiliki pengharapan yang pasti di dalam Kristus. Dan pengharapan itu memberi kita kekuatan untuk tetap setia, tetap percaya, dan tetap berjalan bersama Tuhan sampai akhir.
Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin