Renungan Kitab Kisah Para Rasul

Perenungan Kisah Para Rasul 23 (Bagian 5) – Rencana Tuhan Tidak Dapat Digagalkan

Tidak lama setelah Tuhan menguatkan Paulus, ancaman baru muncul.

Alkitab mencatat bahwa lebih dari empat puluh orang Yahudi bersepakat untuk membunuh Paulus.

Dari sudut pandang manusia, keadaan Paulus tampak sangat berbahaya. Ia berada dalam tahanan, musuh-musuhnya semakin banyak, dan sebuah rencana pembunuhan sedang disusun secara diam-diam.

Namun ada satu hal yang tidak diketahui oleh para perencana itu. Sehari sebelumnya Tuhan telah berkata kepada Paulus: “… engkau pergi bersaksi di Roma.” (Kisah Para Rasul 23:11)

Jika Tuhan telah berkata bahwa Paulus akan bersaksi di Roma, maka tidak ada komplotan manusia yang dapat menggagalkan rencana itu.

Tuhan kemudian bekerja dengan cara yang sederhana tetapi luar biasa. Keponakan Paulus mendengar rencana tersebut dan segera memberitahukannya kepada Paulus, yang kemudian meneruskannya kepada kepala pasukan Romawi.

Rencana yang dirahasiakan itu akhirnya terbongkar.

Kisah ini mengingatkan kita bahwa tidak ada sesuatu pun yang luput dari pengawasan Tuhan.

Sering kali kita tidak mengetahui bahaya yang sedang Tuhan jauhkan dari hidup kita. Kita hanya melihat masalah yang ada di depan mata, tetapi Tuhan melihat seluruh gambaran.

Ada banyak hal yang tidak pernah kita ketahui: doa yang dijawab secara diam-diam, perlindungan yang tidak terlihat, dan pertolongan yang Tuhan sediakan sebelum kita memintanya.

Firman Tuhan berkata:

Bukan berarti orang percaya tidak akan menghadapi kesulitan. Paulus tetap mengalami banyak penderitaan. Namun tidak ada satu pun kuasa manusia yang dapat menggagalkan rencana Tuhan bagi hidupnya.

Demikian juga kita. Ketika hidup terasa penuh ketidakpastian, kita dapat berpegang pada keyakinan bahwa Tuhan tetap memegang kendali.

Hari ini, marilah kita belajar mempercayakan masa depan kita kepada Tuhan. Sebab ketika kita berada di dalam kehendak-Nya, tidak ada kuasa apa pun yang dapat menggagalkan apa yang telah Tuhan rancangkan.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 8 (Bagian 9) – Roh Kudus Menolong dalam Kelemahan Kita

“Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus…

7 hours ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 8) – Menantikan Penebusan dengan Tekun

“Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga…

1 day ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 7) – Dua Pengkhotbah

Renungan hari ini panjang. Pastikan Anda menyediakan waktu khusus untuk membaca sedikit lebih lama dari…

2 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 6) – Penderitaan Sekarang dan Kemuliaan yang Akan Datang

“Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan…

3 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 5) – Anak-Anak Allah

“Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah…

4 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 4) – Mematikan Perbuatan Daging

“Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan…

5 days ago