Renungan Kitab Kisah Para Rasul

Perenungan Kisah Para Rasul 20 (Bagian 2) – Rindu Mendengar Suara Tuhan

Ketika Paulus singgah di Troas, orang-orang percaya berkumpul untuk mendengarkan firman Tuhan. Dan karena Paulus akan melanjutkan perjalanannya keesokan hari, ia menggunakan kesempatan itu untuk memberikan nasihat dan pengajaran kepada jemaat (ayat 7).

Di antara mereka ada seorang pemuda bernama Eutikhus yang duduk di jendela. Karena malam sudah larut dan Paulus berbicara cukup lama, ia tertidur dan terjatuh dari tingkat tiga.

Paulus sedang menyampaikan firman Tuhan, dan jemaat begitu rindu mendengarkannya sehingga mereka rela berkumpul hingga larut malam. Bagi mereka, kesempatan untuk menerima pengajaran firman Tuhan merupakan sesuatu yang sangat berharga.

Syukur kepada Tuhan, melalui kuasa-Nya, Eutikhus dihidupkan kembali. Sukacita jemaat pun dipulihkan.

Namun kisah ini mengajak kita untuk merenungkan keadaan rohani kita sendiri: “Apakah kita masih memiliki kerinduan yang sama terhadap firman Tuhan?”

Di zaman yang penuh kesibukan dan gangguan seperti sekarang, sangat mudah bagi perhatian kita untuk tersita oleh banyak hal. Waktu untuk membaca Alkitab, berdoa, dan merenungkan firman sering kali menjadi yang pertama dikurangi ketika jadwal kita padat. Tanpa disadari, hati kita dapat menjadi lelah secara rohani.

“Tidak seorang pun aman sehari atau sejam pun tanpa doa. Terutama kita harus memohon hikmat kepada Tuhan untuk memahami firman-Nya.”

The Great Controversy 530.2

Jika doa dan firman Tuhan diabaikan, kekuatan rohani kita akan melemah. Sebaliknya, ketika kita terus bersekutu dengan Tuhan, iman kita akan dikuatkan dan dijaga.

Oleh karena itu, jangan biarkan kesibukan, hiburan, pekerjaan, atau berbagai urusan dunia membuat kita kehilangan rasa lapar akan firman Tuhan.

Marilah kita memohon agar Tuhan memperbarui kerinduan kita kepada firman-Nya.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 5) – Jadilah Berkat di Mana Pun Tuhan Menempatkanmu

Selama tiga hari pertama di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya diterima dengan ramah oleh Publius,…

15 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 4) – Jangan Hidup Berdasarkan Penilaian Manusia

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, penduduk Malta segera mengambil kesimpulan. Mereka berkata: "Orang ini…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 3) – Jangan Membiarkan Racun Tetap Melekat

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, semua orang yang melihatnya langsung menyimpulkan bahwa ia pasti…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 2) – Tetap Melayani di Tengah Tantangan

Setelah tiba di Pulau Malta, Paulus bukan hanya berdiam diri menikmati kehangatan api yang telah…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 1) – Kasih yang Dinyatakan Melalui Orang yang Tidak Kita Duga

Setelah selamat dari badai yang dahsyat, Paulus dan seluruh penumpang kapal akhirnya tiba di sebuah…

5 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 27 (Bagian 8) – Tuhan Setia Menepati Janji-Nya

Setelah berhari-hari diterpa badai, akhirnya kapal itu mendekati daratan. Para awak kapal berusaha mengarahkan kapal…

6 days ago