Renungan Kitab Keluaran

Perenungan Keluaran 32 – Berdiri Teguh

Pada pasal ini kita belajar banyak hal karena dari sini kita juga bisa mengetahui mengapa pada akhirnya suku Lewi yang akhirnya melayani upacara di Kemah Suci. Selain itu ada banyak pelajaran lainnya yang kita dapatkan mengenai kisah bangsa Israel yang menyembah patung anak lembu emas.

Baca atau dengarkan keseluruhan kisah di pasal ini karena kami tidak akan menceritakan secara keseluruhan. Dan hari ini saya tertarik membahas dari sisi Harun.

Selama Musa tidak hadir, wewenang pemerintahan telah dipercayakan kepada Harun. Ayat pertama dari pasal ini menceritakan bagaimana orang banyak mengerumuni Harun.

Sebagai seorang pemimpin, tentu Harun harus memberikan keputusan atas usul yang disampaikan oleh bangsa Israel. Pena inspirasi mencatat demikian:

Dalam kemelut seperti ini diperlukan orang yang teguh, yang berani mengambil keputusan, yang betul-betul berani; seorang yang lebih mengutamakan kehormatan Allah lebih daripada untuk menjadi populer, lebih daripada keselamatan diri atau daripada hidup itu sendiri. Tetapi pemimpin Israel yang sekarang ini tidaklah mempunyai watak seperti itu. Harun dengan lembek memprotes tuntutan itu, tetapi kebimbangan serta perasaan takutnya pada saat yang kritis itu hanyalah membuat mereka menjadi lebih nekad lagi.”

Patriarchs and Prophets 316.2

“Harun merasa takut akan keselamatan dirinya; dan gantinya berdiri teguh untuk kehormatan nama Tuhan, ia telah menyerah kepada tuntutan orang banyak.”

Patriarchs and Prophets 317.1

Dan akhirnya kita semua tahu kisahnya, yaitu mereka menyembah patung anak lembu emas.

Dari sini kita belajar bahwa sebagai seorang pemimpin (entah pemimpin di rumah tangga, di tempat kerja atau pemimpin untuk diri kita sendiri), ingatlah untuk mengambil keputusan yang benar. Ingatlah untuk selalu mengutamakan kehormatan Allah serta berdiri teguh untuk kehormatan nama Allah. Janganlah kita takut untuk tetap setia kepada Tuhan sampai akhir.

Walau kita dibenci, difitnah, dijauhi karena kebenaran, tetaplah berpegang pada prinsip “Lebih baik mati daripada tidak menghormati atau melanggar hukum Allah seharusnya menjadi prinsip kehidupan setiap orang Kristen.” (Testimonies for the Church, Vol. 5, 147.1)

Seri lebih baik mati kita bahas sebanyak 21 seri. Silakan didengarkan penjelasannya di: https://youtube.com/playlist?list=PLoCQDFwaCjCd0TOIMklYYXWwpF_qN09jH&si=fKOL2QEiy-u1x-KX

Pada bagian akhir dari renungan ini, marilah kita baca apa yang dituliskan oleh Markus.

Kiranya renungan ini boleh menjadi berkat bagi kita semua.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 3 (Bagian 1) – Kesetiaan Allah di Tengah Ketidaksetiaan Manusia

Hari ini kita akan mulai dengan sebuah pertanyaan: “Apakah ada keuntungan menjadi umat Allah?”  Paulus…

7 hours ago

Perenungan Roma 2 (Bagian 5) – Ibadah yang Berasal dari Hati

Di bagian akhir Roma 2, Paulus membawa kita kepada sebuah pemahaman penting tentang identitas rohani.…

1 day ago

Perenungan Roma 2 (Bagian 4) – Ketika Pengetahuan Tidak Sejalan dengan Kehidupan

Setelah mengingatkan kita bahwa bukan hanya mendengar firman, tetapi juga melakukannya, Paulus melanjutkan dengan teguran…

2 days ago

Perenungan Roma 2 (Bagian 3) – Mendengar atau Melakukan?

Setelah berbicara tentang penghakiman Allah yang adil, Paulus membawa kita kepada sesuatu yang sering kali…

3 days ago

Perenungan Roma 2 (Bagian 2) – Allah Menghakimi dengan Adil

Setelah mengingatkan kita untuk tidak menghakimi orang lain, Paulus mengarahkan perhatian kita kepada satu hal…

4 days ago

Perenungan Roma 2 (Bagian 1) – Jangan Menghakimi Orang Lain

Setelah dalam pasal sebelumnya Paulus menjelaskan tentang dosa dan keadaan manusia yang semakin jauh dari…

5 days ago