Renungan Kitab Keluaran

Perenungan Keluaran 20 – Membuat Hukum Demi Kebaikan Semua

Pada pasal ini ada membahas mengenai hukum Allah yang biasa kita sebut sepuluh hukum Allah, dan juga ada kisah serta aturan lainnya yang dicatatkan di sana.

Berbicara mengenai hukum atau aturan, ada banyak orang yang merasa terkekang atau tidak suka. Tetapi adalah sebuah tindakan yang mulia dan penuh kebaikan ketika hukum dibuat dengan dasar kasih sayang. Dengan mengedepankan empati dan keadilan, suatu hukum dapat menjadi landasan yang kokoh untuk menciptakan hubungan yang harmonis dan beradab.

Mengapa hukum yang dibuat berdasarkan kasih itu sungguh mulia dan penuh kebaikan?

Karena ketika kasih menyertai sebuah hukum maka hukum itu bukan hanya menjadi alat penegak keadilan, tetapi juga sebagai wujud nyata dari kepedulian dan kebaikan untuk semua individu dalam suatu komunitas. Dengan demikian, membuat hukum karena kasih merupakan langkah awal yang penting dalam mewujudkan dunia yang lebih baik dan berkelanjutan bagi semua. Maka tindakan TUHAN dalam hal ini adalah untuk kebaikan semua orang.

“Tujuan semua peraturan-peraturan ini dengan jelas disebutkan: semuanya ini diadakan bukan semata-mata sebagai tindakan yang sewenang-wenang dari kekuasaan Allah; tetapi semua ini ditetapkan demi kebaikan bangsa Israel. Tuhan berkata, “Engkau akan menjadi satu umat yang suci bagi-Ku”—layak untuk diakui oleh Allah yang suci.”

Patriarchs and Prophets 311.2

Sebagai sebuah bangsa yang dipilih oleh Tuhan, Israel memiliki tanggung jawab yang besar untuk hidup sesuai dengan kehendak-Nya. Dengan menjadi umat yang suci, mereka diharapkan dapat menjadi teladan bagi bangsa-bangsa lain di dunia. Ketaatan dan kesetiaan mereka kepada Allah akan menjadi cerminan keagungan-Nya di antara umat manusia. Oleh karena itu, penting bagi bangsa Israel untuk terus memperjuangkan kebaikan, kedamaian, serta keadilan dalam segala aspek kehidupan mereka. Dengan demikian, mereka akan mampu memperoleh berkat dan perlindungan dari Tuhan yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

“Peraturan-peraturan ini harus dicatat oleh Musa dengan seksama dan dijaga sebagai dasar undang-undang bangsa itu, dan bersama-sama dengan Sepuluh Hukum yang digambarkan oleh peraturan-peraturan ini, menjadi sebagai syarat kegenapan janji-janji Allah kepada Israel.”

Patriarchs and Prophets 311.3

Jadi hukum Allah diberikan kepada bangsa Israel bahkan juga kepada kita saat ini, karena Allah begitu mengasihi kita.

Tak heran Alkitab mencatatkan “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yohanes 3:16)

Kiranya renungan ini boleh memberkati kita semua.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 22 (Bagian 3) – Sesuai Kehendak Tuhan

Masih melanjutkan pembahasan kemarin mengenai pertemuan Saulus [sebelum berubah nama menjadi Paulus] dan Ananias, apa…

5 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 22 (Bagian 2) – Bersedia Dipakai Tuhan

Paulus memberikan satu kesaksian tentang seorang yang dipakai Tuhan untuk menolongnya pada masa yang sangat…

1 day ago

Perenungan Kisah Para Rasul 22 (Bagian 1) – Pertemuan yang Mengubah Hidup

Setelah ditangkap oleh pasukan Romawi dan hampir dibunuh oleh massa, Paulus mendapat kesempatan untuk berbicara…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 21 (Bagian 4) – Tetap Tenang di Tengah Kekacauan

Setelah dituduh secara keliru dan menjadi sasaran amukan massa, Paulus ditangkap oleh pasukan Romawi. Keadaan…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 21 (Bagian 3) – Tangan Tuhan Tetap Bekerja

Setelah dituduh secara keliru oleh orang-orang Yahudi, Paulus menjadi sasaran amukan massa. Seluruh kota menjadi…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 21 (Bagian 2) – Tetap Setia

Setibanya di Yerusalem, Paulus bertemu dengan Yakobus dan para pemimpin jemaat serta menceritakan bagaimana Tuhan…

5 days ago