Renungan Kitab Kejadian

Perenungan Kejadian 41 – Tidak Ada Pujian untuk Diri Sendiri

Pasal ini menceritakan mimpi dari Firaun yang diartikan oleh Yusuf dan akhirnya Yusuf diangkat oleh Firaun menjadi penguasa untuk seluruh tanah Mesir.

Ada banyak Pelajaran yang bisa kita dapatkan dari pasal ini, tetapi saya tertarik membahas pernyataan yang dikeluarkan oleh Yusuf. Apa pernyataannya? Mari kita baca mulai ayat 15-16.

“Jawaban Yusuf kepada raja menunjukkan kerendahan hati serta imannya kepada Allah. Dia dengan rendah hati tidak mengakui keagungan bahwa ia memiliki kebijaksanaan yang luar biasa. ‘Bukan sekali-kali aku.’ Hanya Allah saja yang mampu menerangkan rahasia-rahasia ini.”

Patriarchs and Prophets 220.2

Dari sini kita belajar untuk selalu rendah hati dan jangan mengambil kredit atau pujian untuk diri sendiri, tetapi muliakanlah Tuhan.

Mari kita baca beberapa kutipan di bawah ini:

“Jika ada hal baik yang berhasil dicapai, janganlah memuji diri sendiri. Hanya Allah saja yang layak dimuliakan.”

The Review and Herald July 17, 1879, par. 1

“Janganlah ada orang yang berusaha meninggikan dirinya dengan membicarakan perbuatannya, meninggikan kemampuannya, memperlihatkan pengetahuannya, dan memupuk kesombongan diri…. Kristus tidak pernah percaya diri atau sombong.”

The Review and Herald December 1, 1904, par. 11

“Mereka yang hidup di bumi ini hendaknya bersatu dengan penghuni surga dan menyerahkan segala pujian dan kemuliaan kepada Sang Pencipta. Tidak ada seorang pun yang sedikit pun mempunyai alasan untuk menyombongkan diri atau meninggikan diri….”

In Heavenly Places 221.2

“Kita tidak boleh mengambil pujian atas apa pun yang kita lakukan….”

In Heavenly Places 221.3

Kiranya renungan hari ini boleh mengingatkan kita semua untuk tetap rendah hati dan tidak mengambil pujian untuk diri kita sendiri.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 6) – Tuhan Tidak Pernah Lupa Janji-Nya

Setelah tinggal selama tiga bulan di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya kembali melanjutkan perjalanan menuju…

2 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 5) – Jadilah Berkat di Mana Pun Tuhan Menempatkanmu

Selama tiga hari pertama di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya diterima dengan ramah oleh Publius,…

1 day ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 4) – Jangan Hidup Berdasarkan Penilaian Manusia

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, penduduk Malta segera mengambil kesimpulan. Mereka berkata: "Orang ini…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 3) – Jangan Membiarkan Racun Tetap Melekat

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, semua orang yang melihatnya langsung menyimpulkan bahwa ia pasti…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 2) – Tetap Melayani di Tengah Tantangan

Setelah tiba di Pulau Malta, Paulus bukan hanya berdiam diri menikmati kehangatan api yang telah…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 1) – Kasih yang Dinyatakan Melalui Orang yang Tidak Kita Duga

Setelah selamat dari badai yang dahsyat, Paulus dan seluruh penumpang kapal akhirnya tiba di sebuah…

5 days ago