Renungan Kitab Kejadian

Perenungan Kejadian 17 –  Tanda Sunat

Hari ini kita akan membahas arti dari tanda sunat yang Tuhan berikan kepada Abraham.

Pernah terjadi bahwa setelah Abraham percaya pada Allah, ia mendengar suara Sarai gantinya suara Allah, dan berusaha menggenapi janji-janji Allah dengan kuat kuasa dagingnya sendiri. Lihat Kejadian 16. Hasilnya adalah kegagalan – telah lahir seorang hamba gantinya seorang ahli waris.

The Glad Tidings 62.1

“Kemudian Allah datang kembali kepadanya, sambil menasihatinya supaya berjalan di hadapan-Nya dengan kebulatan hati, dan mengulangi perjanjian-Nya. Sebagai pengingat akan kegagalannya, dan kenyataan bahwa ‘daging sama sekali tidak berguna’, Abraham menerima ‘tanda sunat’ – suatu pemotongan daging. Maksudnya adalah untuk menunjukkan bahwa di dalam daging ‘tidak ada barang yang baik’, janji-janji Allah hanya dapat diwujudkan dengan menanggalkan tubuh yang berdosa, melalui Roh.

The Glad Tidings 62.1

Dari sini kita diingatkan bahwa daging sama sekali tidak berguna. Janganlah kita menggenapi janji-janji Tuhan dengan kuat kuasa daging kita. 

Sebab itu Abraham baru benar-benar disunat setelah ia menerima Roh melalui iman pada Allah. ‘Dan tanda sunat itu diterimanya sebagai meterai kebenaran berdasarkan iman yang ditunjukkannya, sebelum ia bersunat.’ Roma 4:11.”

The Glad Tidings 62.1

“Sunat lahiriah hanyalah suatu tanda dari sunat hati yang sesungguhnya; bilamana wujudnya tidak ada, maka tandanya hanyalah suatu penipuan; tetapi bilamana wujudnya ada, maka tandanya dapat ditiadakan.”

The Glad Tidings 62.1

Itulah sebabnya ada nasihat, “Sebab itu sunatlah hatimu dan janganlah lagi kamu tegar tengkuk.” (Ulangan 10:16)

Kiranya renungan hari ini boleh membuat kita lebih mengerti arti sunat bagi Abraham dan bagi kita serta pentingnya sunat hati.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 1 (Bagian 2) – Tidak Malu terhadap Injil

Paulus melanjutkan suratnya kepada jemaat di Roma dengan mengungkapkan kerinduannya untuk mengunjungi mereka. Ia berkata,…

19 hours ago

Perenungan Roma 1 (Bagian 1) – Siapa Kita?

Paulus membuka suratnya kepada jemaat di Roma dengan memperkenalkan dirinya sebagai “… hamba Kristus Yesus,…

2 days ago

Perenungan Titus 3 (Bagian 7) – Berbuahlah

Pada bagian sebelumnya, kita diingatkan untuk tidak menghabiskan waktu dalam pertengkaran dan perdebatan yang sia-sia.…

3 days ago

Perenungan Titus 3 (Bagian 6) – Perdebatan

“Tetapi hindarilah persoalan yang dicari-cari dan yang bodoh, persoalan silsilah, percekcokan serta pertengkaran tentang hukum…

4 days ago

Perenungan Titus 3 (Bagian 5) – Iman yang Menghasilkan Perbuatan Baik

Paulus menunjukkan hasil yang seharusnya terlihat dari kehidupan yang telah menerima kasih karunia itu, yaitu…

5 days ago

Perenungan Titus 3 (Bagian 4) – Awal dari Kehidupan Kekal

Keselamatan adalah pemberian kasih karunia. Namun, karya Allah tidak berhenti pada pengampunan. Allah juga memperbarui…

6 days ago