Pasal ini menekankan kekudusan yang bertujuan untuk menuntun orang-orang Israel untuk hidup sebagai bangsa yang kudus, yang berbeda dengan bangsa lainnya.
Kalau kita membaca atau mendengarkan pasal ini, ada banyak aturan atau tata tertib yang dijelaskan seperti persembahan korban, larangan-larangan, dan lain-lain.
Apa pelajaran yang kita bisa dapatkan?
Pertama, Tuhan ingin umat-Nya menyembah dengan tertib, tidak sembarangan atau mengikuti cara bangsa lain.
Kedua, Penyembahan kepada Tuhan harus dilakukan sesuai kehendak-Nya, bukan cara sendiri.
Ketiga, Tuhan menuntut kesetiaan dan kekudusan yang tidak setengah-setengah dari umat-Nya, tetapi total.
Keempat, Kekudusan bukan hanya dituntut saat ibadah, tetapi itu adalah gaya hidup menyeluruh – mencakup tindakan, makanan, bahkan hal sehari-hari.
Sama seperti bangsa Israel, kita semua yang mengaku umat Tuhan adalah “… bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:” (1 Petrus 2:9)
Oleh karena itu, kita harus berbeda dari dunia. Cara hidup kita haruslah sesuai dengan kehendak Tuhan.
“Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.”
Roma 12:2
Kiranya kita semua bisa hidup kudus, sesuai aturan yang Tuhan sudah berikan.
Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin