Renungan Kitab Ezra

Perenungan Ezra 9 – Doa Penyesalan

Baca atau dengarkan keseluruhan dari Ezra pasal 9. 

Ada masalah yang terjadi yang diungkapkan di awal pasal ini. 

Ada beberapa tafsiran mengenai pasal ini. Salah satunya di dalam tafsiran FULL dijelaskan bahwa “Kegagalan orang Yahudi di masa lalu untuk memisahkan diri dari masyarakat berdosa di sekitar mereka telah menuntun mereka kepada penyembahan berhala dan kebejatan sehingga akhirnya menyebabkan penahanan dan pembuangan mereka (2Taw 36:14-21). Sekarang, setelah Allah mengembalikan sekelompok kecil sisa ke negeri itu (ayat Ezr 9:8-9), mereka sekali lagi melanggar ketetapan pokok Allah yang menuntut pemisahan dari gaya hidup orang fasik.” 

Dan itulah sebabnya Ezra berdoa yang doanya bisa kita baca mulai ayat 5-15. Dan itu adalah doa penyesalan dan pengakuan yang Ezra panjatkan. 

Saat Ezra menyampaikan permohonannya di hadapan Tuhan bagi Israel, ketika mereka telah berdosa besar dia berseru, “Ya Allahku, aku malu dan mendapat cela, sehingga tidak berani menengadahkan mukaku kepada-Mu, ya Allahku, karena dosa kami telah menumpuk mengatasi kepala kami dan kesalahan kami telah membubung ke langit.” (Ezra 9:6) 

“Ezra teringat akan kebaikan Tuhan yang kembali memberikan umat-Nya pijakan di tanah asal mereka, dan dia diliputi kemarahan dan kesedihan memikirkan betapa mereka tidak berterima kasih sebagai imbalan atas kemurahan ilahi. Bahasa yang digunakan Ezra adalah … penyesalan … dalam doa. Hanya doa orang yang rendah hati yang masuk ke telinga TUHAN Sabaoth”

The Signs of the Times, 19 February 1885

Dari sini kita belajar akan dua hal, yaitu Tuhan ingin agar kita menuruti perintah-Nya dan tidak berkompromi. Selain itu kita juga belajar untuk berdoa dengan kerendahan hati, kesungguh-sungguhan, dan penuh penyesalan ketika kita mengakui dosa-dosa kita

Kiranya renungan hari ini boleh memberkati kita semua. 

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin.

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 4 (Bagian 2) – Iman Sebelum Tanda

Jika pada bagian sebelumnya kita melihat bahwa Abraham dibenarkan karena iman, sekarang Paulus melanjutkan dengan…

9 hours ago

Perenungan Roma 4 (Bagian 1) – Abraham Dibenarkan karena Iman

Setelah dalam Roma 3 Paulus menjelaskan bahwa manusia dibenarkan karena iman dan bukan karena melakukan…

1 day ago

Perenungan Roma 4 (Bagian 6) – Hidup oleh Iman kepada Kristus

Paulus sudah menjelaskan bahwa Abraham dibenarkan karena iman, bukan karena perbuatan. Ia percaya kepada janji…

2 days ago

Perenungan Roma 3 (Bagian 7) – Iman yang Meneguhkan Hukum

Setelah menjelaskan bahwa manusia dibenarkan karena iman dan bukan karena melakukan hukum Taurat, Paulus menutup…

2 days ago

Perenungan Roma 3 (Bagian 6) – Tidak Ada Alasan untuk Bermegah

Setelah menjelaskan bahwa manusia dibenarkan melalui iman dan bukan karena melakukan hukum Taurat, Paulus mengajukan…

3 days ago

Perenungan Roma 3 (Bagian 5) – Salib: Keadilan dan Kasih Allah

Setelah menjelaskan bahwa semua orang telah berdosa dan hanya dapat dibenarkan oleh kasih karunia, Paulus…

4 days ago