Renungan Kitab Ayub

Perenungan Ayub 39 – Tahukah Kamu?

“Tahukah kamu? Allah terus memberikan kepada Ayub gambaran ilahi tentang keajaiban penciptaan binatang …. Ungkapan seperti “Tahukah kamu” menekankan ketidaktahuan Ayub yang berlawanan dengan hikmat Allah. Manusia bahkan tidak dapat mengerti sesuatu yang Allah dapat ciptakan.” (Nichol, Francis D.: SDA BC: Job 39:1)

Salah satu ayat yang akan kita bahas adalah ayat 4.

“Apakah engkau mengetahui waktunya kambing gunung beranak, atau mengamat-amati rusa waktu sakit beranak?”

Ayub 39:4

Kambing gunung adalah hewan yang sangat liar, dan menghuni daerah terpencil dan berbatu. Sifat mereka membuat manusia tidak mungkin mengenal kebiasaan mereka. Namun Tuhan, sebagai Pencipta, mengetahui setiap detail mengenai mereka.

Artinya ada banyak binatang yang kita sendiri tidak tahu atau tidak mengenal kebiasaan atau karakter mereka. Banyak hal yang kita tidak tahu atau tidak kita pahami dari ciptaan Tuhan. Namun Allah mengetahui segalanya karena Ia adalah maha tahu.

Di dalam Ayub pasal 39 ini Tuhan sedang memperlihatkan kepada Ayub betapa maha kuasanya Tuhan sebagai Pencipta dan juga Ia ingin memperlihatkan bahwa Tuhan mengetahui segala hal tentang ciptaan-ciptaan-Nya termasuk mengetahui kita sebagai manusia-manusia ciptaan-Nya.

Mendengar jawaban dari Tuhan, Ayub akhirnya berkata “Sesungguhnya, aku ini terlalu hina; jawab apakah yang dapat kuberikan kepada-Mu? Mulutku kututup dengan tangan.” (Ayub 39:37)

Ayub mengakui kemahakuasaan Tuhan. Ayub menyadari bahwa Tuhan sanggup melakukan segala sesuatu yang Ia kehendaki termasuk di dalam menolong hidupnya. Ayub mengakui betapa sempit dan terbatasnya pikirannya terhadap pribadi Tuhan. Namun Tuhan mengenal kita dan tidak akan meninggalkan kita dalam permasalahan hidup kita “Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.” (Ibrani 4:15)

Kiranya renungan kita hari ini membuat kita menjadi lebih percaya bahwa Tuhan mampu menolong kita dalam setiap kesusahan dan Tuhan tidak akan meninggalkan kita.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin.

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 3) – Jangan Membiarkan Racun Tetap Melekat

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, semua orang yang melihatnya langsung menyimpulkan bahwa ia pasti…

6 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 2) – Tetap Melayani di Tengah Tantangan

Setelah tiba di Pulau Malta, Paulus bukan hanya berdiam diri menikmati kehangatan api yang telah…

1 day ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 1) – Kasih yang Dinyatakan Melalui Orang yang Tidak Kita Duga

Setelah selamat dari badai yang dahsyat, Paulus dan seluruh penumpang kapal akhirnya tiba di sebuah…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 27 (Bagian 8) – Tuhan Setia Menepati Janji-Nya

Setelah berhari-hari diterpa badai, akhirnya kapal itu mendekati daratan. Para awak kapal berusaha mengarahkan kapal…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 27 (Bagian 7) – Bersyukur di Tengah Badai

Sudah empat belas hari mereka terombang-ambing di tengah badai. Mereka hampir tidak makan karena rasa…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 27 (Bagian 6) – Ketaatan

Tuhan telah memberikan janji melalui Paulus bahwa tidak seorang pun di kapal itu akan binasa.…

5 days ago