Renungan Kitab Ayub

Perenungan Ayub 20 – Hanya Sebentar Saja

Ada pernyataan dari Zofar yang menarik perhatian saya, yaitu:

“Belumkah engkau mengetahui semuanya itu sejak dahulu kala, sejak manusia ditempatkan di bumi, bahwa sorak-sorai orang fasik hanya sebentar saja, dan sukacita orang durhaka hanya sekejap mata?”

Ayub 20:4-5

Ayat ini mengingatkan kita bahwa sejak dahulu kala, ada satu prinsip yang tidak pernah berubah, yaitu kesenangan atau sorak sorai orang fasik dan orang durhaka hanya sebentar saja dan hanya sekejap mata. Artinya tidak akan lama kesenangan yang dimiliki oleh orang yang tidak takut akan Tuhan.

Itulah sebabnya janganlah kita mencari hal-hal yang bersifat sementara, tetapi carilah hal-hal yang bisa membawa kita pada kekekalan. Itulah sebabnya ada ayat Alkitab yang berkata:

“Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.”

Matius 6:33

“Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.”

Kolose 3:2

Jangan pernah kita menukar hal-hal yang bersifat kekal dengan hal-hal yang hanya bersifat sementara saja. Ingatlah bahwa tujuan akhir kita adalah Kerajaan Surga, hidup yang kekal, bukan kebinasaan kekal.

Berhati-hatilah dengan apa yang ditawarkan oleh Setan karena dia akan menawarkan sesuatu yang menarik dan menyenangkan bagi kita, tetapi bersifat sementara dan akhirnya akan membawa dan menyeret kita kepada kebinasaan kekal.

Kiranya renungan hari ini boleh menjadi Pelajaran dan perenungan kita semua.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin.

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 7) – Tetap Setia Menyampaikan Kebenaran

Sesampainya di Roma, Paulus tidak membuang waktu. Meskipun masih berstatus sebagai tahanan rumah, ia segera…

2 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 6) – Tuhan Tidak Pernah Lupa Janji-Nya

Setelah tinggal selama tiga bulan di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya kembali melanjutkan perjalanan menuju…

1 day ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 5) – Jadilah Berkat di Mana Pun Tuhan Menempatkanmu

Selama tiga hari pertama di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya diterima dengan ramah oleh Publius,…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 4) – Jangan Hidup Berdasarkan Penilaian Manusia

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, penduduk Malta segera mengambil kesimpulan. Mereka berkata: "Orang ini…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 3) – Jangan Membiarkan Racun Tetap Melekat

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, semua orang yang melihatnya langsung menyimpulkan bahwa ia pasti…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 2) – Tetap Melayani di Tengah Tantangan

Setelah tiba di Pulau Malta, Paulus bukan hanya berdiam diri menikmati kehangatan api yang telah…

5 days ago