Renungan Kitab 2 Tawarikh

Perenungan 2 Tawarikh 14 – Mengandalkan Tuhan

Pasal ini berfokus pada pemerintahan Raja Asa, salah satu raja Yehuda yang hidup benar di mata Tuhan. Ada kisah yang sangat menarik ketika kita membaca keseluruhan.

Baca atau dengarkan kisah lengkap di pasal ini agar bisa memahami kisahnya. Kami akan menjelaskan secara singkat saja.

Raja Asa memerintah dengan baik dan melakukan apa yang benar di mata Tuhan. Ia membersihkan Yehuda dari penyembahan berhala. Dan Tuhan memberi ketenangan atau masa damai dan Asa membangun kota-kota berkubu di Yehuda.

Masa damai ini tidak selama-lamanya dirasakan oleh Raja Asa dan orang Yehuda. Mengapa? Karena “Zerah, orang Etiopia itu, maju berperang melawan mereka dengan tentara sebanyak sejuta orang dan tiga ratus kereta. Ia sampai ke Maresa.” (2 Tawarikh 14:9)

Mengenai hal ini, pena inspirasi menjelaskan dengan sangat menarik. Mari kita baca.

“Iman Asa benar-benar diuji ketika ‘Zerah orang Etiopia itu, maju berperang melawan mereka dengan tentara sebanyak sejuta orang dan tiga ratus kereta,’ datang menyerang kerajaannya (Ayat 9). Asa tidak mengandalkan ‘kota-kota benteng di Yehuda, yang telah dibangunnya, dengan tembok beserta menara-menaranya, pintu-pintu dan palang-palangnya,’ atau pada ‘pahlawan-pahlawan yang gagah perkasa’ dalam pasukan tentaranya yang sangat terlatih (Ayat 6-8). Raja bersandar pada kuasa Yehova, di dalam nama-Nyalah bangsa Israel mendapat kelepasan yang ajaib. Dengan menyusun pasukannya dalam keadaan siap tempur, ia mencari pertolongan dari Allah.”

Prophets and Kings 110.1

Luar biasa bukan? Asa tidak mengandalakan tembok yang kokoh atau pahlawannya yang gagah perkasa, tetapi dia mengandalkan Tuhan. Ia mencari pertolongan dari Tuhan, bukan dari manusia.

Dalam hidup kita, hendaklah kita seperti Asa, yaitu mencari, mengandalkan dan bergantung kepada Tuhan. Ada berkat bagi orang yang mengandalkan Tuhan.

Kiranya renungan ini boleh memberkati kita semua.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Ami

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 9 (Bagian 6) – Kesabaran dan Kemurahan Allah

“Jadi, kalau untuk menunjukkan murka-Nya dan menyatakan kuasa-Nya, Allah menaruh kesabaran yang besar terhadap benda-benda…

20 hours ago

Perenungan Roma 9 (Bagian 5) – Siapakah Kita untuk Membantah Allah?

“Siapakah kamu, hai manusia, maka kamu membantah Allah? Dapatkah yang dibentuk berkata kepada yang membentuknya:…

2 days ago

Perenungan Roma 9 (Bagian 4) – Apakah Allah Tidak Adil?

“Jadi hal itu tidak tergantung pada kehendak orang atau usaha orang, tetapi kepada kemurahan hati…

3 days ago

Perenungan Roma 9 (Bagian 3) – Rencana Allah dan Pilihan-Nya

Pada bagian sebelumnya Paulus menjelaskan bahwa keturunan jasmani saja tidak otomatis menjadikan seseorang ahli waris…

4 days ago

Perenungan Roma 9 (Bagian 2) – Janji Allah Tidak Pernah Gagal

“Akan tetapi firman Allah tidak mungkin gagal. Sebab tidak semua orang yang berasal dari Israel…

5 days ago

Perenungan Roma 9 (Bagian 1) – Hati yang Merindukan Keselamatan Orang Lain

“Sejak pertobatannya [Paulus], ia sangat rindu untuk menolong saudara-saudara sebangsanya agar memperoleh pemahaman yang jelas…

6 days ago