Renungan hari ini agak panjang, jadi luangkan waktu untuk membacanya.
Mari kita perhatikan apa yang terjadi selama pemerintahan Ahas.
“Ahas … tidak melakukan apa yang benar di mata TUHAN, Allahnya, seperti Daud, bapa leluhurnya, tetapi ia hidup menurut kelakuan raja-raja Israel, bahkan dia mempersembahkan anaknya sebagai korban dalam api, sesuai dengan perbuatan keji bangsa-bangsa yang telah dihalau TUHAN dari depan orang Israel.”
2 Raja-raja 16:2-3
Praktik mempersembahkan anak sebagai korban bukanlah praktik yang diajarkan Tuhan, tetapi itu adalah praktik bangsa-bangsa yang dihalau Tuhan. Itulah sebabnya Tuhan sudah peringatkan untuk tidak melakukan praktik tersebut. Mari kita baca di Kitab Ulangan 12:29-32.
“Apabila TUHAN, Allahmu, telah melenyapkan dari hadapanmu bangsa-bangsa yang daerahnya kaumasuki untuk mendudukinya … maka hati-hatilah, supaya jangan engkau kena jerat dan mengikuti mereka … sebab segala yang menjadi kekejian bagi TUHAN, apa yang dibenci-Nya, itulah yang dilakukan mereka bagi allah mereka; bahkan anak-anaknya lelaki dan anak-anaknya perempuan dibakar mereka dengan api bagi allah mereka.”
Ulangan 12:29-31
Jadi mereka sudah diingatkan untuk tidak mengikuti tingkah laku bangsa yang dihalau Tuhan karena itu adalah kekejian bagi Tuhan.
Begitu juga dengan kehidupan kita saat ini. Sering kali kita mengikuti praktik-praktik duniawi yang bertentangan dengan firman Tuhan. Mungkin kita menganggap hal itu adalah hal biasa saja karena populer saat ini, tetapi ingatlah bahwa semua yang populer saat ini belum tentu sesuai kebenaran, belum tentu itu sesuai dengan kehendak Tuhan. Bisa jadi yang populer saat ini adalah kekejian bagi Tuhan. Apa contohnya?
Contohnya saja LGBT+ yang mungkin bagi beberapa orang adalah hal yang biasa, tetapi bagi Tuhan adalah hal yang salah.
Pertama, Tuhan hanya menciptakan laki-laki dan perempuan tidak ada yang setengah-setengah (baca Kejadian 1:27-28)
Kedua, Pernikahan itu haruslah laki-laki dengan perempuan (baca Kejadian 1:27-28), bukan sesama laki-laki atau sesama perempuan (baca Imamat 20:13 dan Roma 1:26-27).
Jadi, berhati-hatilah dalam menyikapi suatu ajaran atau doktrin yang saat ini beredar atau popular.
Memang kebenaran firman Tuhan tidak popular, tetapi kebenaran firman Tuhan yang diselewengkan tentu lebih popular. Mari kita baca pena inspirasi.
“Kebenaran tidak populer pada zaman Kristus. Begitu pula pada zaman kita ini. Tidak populer sejak Setan pertama-tama memberikan pada manusia tipuan oleh menyajikan dongeng-dongeng yang membawa pada kesombongan diri. Bukankah zaman ini kita menemui teori-teori dan doktrin-doktrin yang tidak berdasarkan firman Allah? Manusia berpegang teguh pada ajaran dan teori itu, sebagaimana orang Yahudi bergantung pada tradisi mereka.”
The Desire of Ages 242.1
Jadi mari kita berhati-hati. Jangan ikuti tradisi atau arus dunia yang tidak sesuai dengan firman Tuhan.
“Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik.”
1 Tesalonika 5:21
“Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.”
Roma 12:2
Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin