Renungan Kitab 2 Raja-Raja

Perenungan 2 Raja-raja 16 – Jangan Mengikuti Arus Dunia

Renungan hari ini agak panjang, jadi luangkan waktu untuk membacanya.

Mari kita perhatikan apa yang terjadi selama pemerintahan Ahas.

Praktik mempersembahkan anak sebagai korban bukanlah praktik yang diajarkan Tuhan, tetapi itu adalah praktik bangsa-bangsa yang dihalau Tuhan. Itulah sebabnya Tuhan sudah peringatkan untuk tidak melakukan praktik tersebut. Mari kita baca di Kitab Ulangan 12:29-32.

Jadi mereka sudah diingatkan untuk tidak mengikuti tingkah laku bangsa yang dihalau Tuhan karena itu adalah kekejian bagi Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan kita saat ini. Sering kali kita mengikuti praktik-praktik duniawi yang bertentangan dengan firman Tuhan. Mungkin kita menganggap hal itu adalah hal biasa saja karena populer saat ini, tetapi ingatlah bahwa semua yang populer saat ini belum tentu sesuai kebenaran, belum tentu itu sesuai dengan kehendak Tuhan. Bisa jadi yang populer saat ini adalah kekejian bagi Tuhan. Apa contohnya?

Contohnya saja LGBT+ yang mungkin bagi beberapa orang adalah hal yang biasa, tetapi bagi Tuhan adalah hal yang salah.

Pertama, Tuhan hanya menciptakan laki-laki dan perempuan tidak ada yang setengah-setengah (baca Kejadian 1:27-28)

Kedua, Pernikahan itu haruslah laki-laki dengan perempuan (baca Kejadian 1:27-28), bukan sesama laki-laki atau sesama perempuan (baca Imamat 20:13 dan Roma 1:26-27).

Jadi, berhati-hatilah dalam menyikapi suatu ajaran atau doktrin yang saat ini beredar atau popular.

Memang kebenaran firman Tuhan tidak popular, tetapi kebenaran firman Tuhan yang diselewengkan tentu lebih popular. Mari kita baca pena inspirasi.

“Kebenaran tidak populer pada zaman Kristus. Begitu pula pada zaman kita ini. Tidak populer sejak Setan pertama-tama memberikan pada manusia tipuan oleh menyajikan dongeng-dongeng yang membawa pada kesombongan diri. Bukankah zaman ini kita menemui teori-teori dan doktrin-doktrin yang tidak berdasarkan firman Allah? Manusia berpegang teguh pada ajaran dan teori itu, sebagaimana orang Yahudi bergantung pada tradisi mereka.”

The Desire of Ages 242.1

Jadi mari kita berhati-hati. Jangan ikuti tradisi atau arus dunia yang tidak sesuai dengan firman Tuhan.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Titus 3 (Bagian 6) – Perdebatan

“Tetapi hindarilah persoalan yang dicari-cari dan yang bodoh, persoalan silsilah, percekcokan serta pertengkaran tentang hukum…

14 hours ago

Perenungan Titus 3 (Bagian 5) – Iman yang Menghasilkan Perbuatan Baik

Paulus menunjukkan hasil yang seharusnya terlihat dari kehidupan yang telah menerima kasih karunia itu, yaitu…

2 days ago

Perenungan Titus 3 (Bagian 4) – Awal dari Kehidupan Kekal

Keselamatan adalah pemberian kasih karunia. Namun, karya Allah tidak berhenti pada pengampunan. Allah juga memperbarui…

3 days ago

Perenungan Titus 3 (Bagian 3) – Bukan Karena Perbuatan Baik Kita

“Tetapi ketika nyata kemurahan Allah, Juruselamat kita, dan kasih-Nya kepada manusia, … Dia telah menyelamatkan…

4 days ago

Perenungan Titus 3 (Bagian 2) – Jangan Lupa Siapa Kita Dahulu

“Karena dahulu kita juga hidup dalam kejahilan: tidak taat, sesat, menjadi hamba berbagai-bagai nafsu dan…

5 days ago

Perenungan Titus 3 (Bagian 1) – Teladan di Tengah Masyarakat

Setelah mengajarkan tentang kehidupan yang seharusnya dimiliki oleh orang percaya, Paulus melanjutkan nasihatnya kepada Titus.…

6 days ago