Pasal ini menceritakan bagaimana Raja Daud mempersiapkan pembangunan Bait Suci yang akan dilakukan oleh anaknya, Salomo.
Meskipun itu rencana Daud, tetapi Tuhan menetapkan bahwa tugas ini akan diberikan kepada Salomo.
Apakah Daud patah semangat? Apakah Daud akan marah karena tidak mendapatkan izin? Bacalah ayat 1-5.
“Karena pikir Daud: ‘Salomo, anakku, masih muda dan kurang berpengalaman, dan rumah yang harus didirikannya bagi TUHAN haruslah luar biasa besarnya sehingga menjadi kenamaan dan termasyhur di segala negeri; sebab itu baiklah aku mengadakan persediaan baginya!’ Lalu Daud membuat sangat banyak persediaan sebelum ia mati.”
1 Tawarikh 22:5
Daud tidak patah semangat, ia tetap berperan dengan mengumpulkan bahan-bahan seperti emas, perak, tembaga, dan kayu untuk mempermudah pekerjaan Salomo.
Dari sini kita belajar bahwa beberapa hal.
Ketiga, walaupun Daud bukan orang yang akan membangun bait suci, tapi ia memiliki peran lain, yaitu mempersiapkan bahan-bahannya. Sama seperti kehidupan kita, kita memiliki peran yang berbeda-beda di dalam pelayanan Tuhan. Oleh karena itu, apa pun peran yang Tuhan sudah siapkan untuk kita, lakukan bagian kita dengan setia.
Kiranya renungan hari ini boleh memberkati kita semua.
Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin