Renungan Kitab 1 Tawarikh

Perenungan 1 Tawarikh 22 – Peran Kita

Pasal ini menceritakan bagaimana Raja Daud mempersiapkan pembangunan Bait Suci yang akan dilakukan oleh anaknya, Salomo.

“Sejak awal pemerintahan Daud, salah satu rencananya yang paling berharga adalah membangun bait suci bagi Tuhan.”

Patriarchs and Prophets 750.1

Meskipun itu rencana Daud, tetapi Tuhan menetapkan bahwa tugas ini akan diberikan kepada Salomo.

Apakah Daud patah semangat? Apakah Daud akan marah karena tidak mendapatkan izin? Bacalah ayat 1-5.

Daud tidak patah semangat, ia tetap berperan dengan mengumpulkan bahan-bahan seperti emas, perak, tembaga, dan kayu untuk mempermudah pekerjaan Salomo.

“Meskipun ia tidak diizinkan untuk melaksanakan rencana ini, ia telah menunjukkan semangat dan kesungguhan yang sama besarnya demi Tuhan. Ia telah menyediakan banyak bahan yang paling mahal ….”

Patriarchs and Prophets 750.1

Dari sini kita belajar bahwa beberapa hal.

Pertama, terkadang rencana kita tidak berjalan sesuai kehendak kita, tetapi percayalah bahwa di dalam segala hal pasti ada maksud dan tujuan Tuhan.

Kedua, belajarlah seperti Daud yang mana ia tidak iri atau kecewa dengan pengaturan Tuhan dalam hidupnya. Kita pun perlu belajar menerima rencana Tuhan seperti Daud.

Ketiga, walaupun Daud bukan orang yang akan membangun bait suci, tapi ia memiliki peran lain, yaitu mempersiapkan bahan-bahannya. Sama seperti kehidupan kita, kita memiliki peran yang berbeda-beda di dalam pelayanan Tuhan. Oleh karena itu, apa pun peran yang Tuhan sudah siapkan untuk kita, lakukan bagian kita dengan setia.

Kiranya renungan hari ini boleh memberkati kita semua.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 7) – Tetap Setia Menyampaikan Kebenaran

Sesampainya di Roma, Paulus tidak membuang waktu. Meskipun masih berstatus sebagai tahanan rumah, ia segera…

7 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 6) – Tuhan Tidak Pernah Lupa Janji-Nya

Setelah tinggal selama tiga bulan di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya kembali melanjutkan perjalanan menuju…

1 day ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 5) – Jadilah Berkat di Mana Pun Tuhan Menempatkanmu

Selama tiga hari pertama di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya diterima dengan ramah oleh Publius,…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 4) – Jangan Hidup Berdasarkan Penilaian Manusia

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, penduduk Malta segera mengambil kesimpulan. Mereka berkata: "Orang ini…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 3) – Jangan Membiarkan Racun Tetap Melekat

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, semua orang yang melihatnya langsung menyimpulkan bahwa ia pasti…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 2) – Tetap Melayani di Tengah Tantangan

Setelah tiba di Pulau Malta, Paulus bukan hanya berdiam diri menikmati kehangatan api yang telah…

5 days ago