Renungan Kitab 1 Tawarikh

Perenungan 1 Tawarikh 13 – Harus Sesuai dengan Aturan Tuhan

Pasal ini menceritakan kisah Raja Daud yang membawa kembali Tabut Perjanjian ke Yerusalem, tetapi di dalam proses membawa tabut perjanjian, Uza mati karena menyentuh tabut saat lembu-lembu yang membawanya tergelincir (baca ayat 9-10). Mengapa demikian? Bukankah itu adalah niat yang baik?

“Nasib Uza adalah merupakan satu hukuman Ilahi terhadap pelanggaran atas satu perintah yang paling nyata. Melalui Musa Tuhan telah memberikan petunjuk yang khusus sehubungan dengan pemindahan tabut itu. Tidak ada seorang pun kecuali para imam, turunan Harun, boleh menjamahnya, atau sekalipun hanya memandangnya tanpa penutupnya … Dengan demikian, di dalam membawa tabut itu dari Kiryat-Yearim ada satu pelanggaran yang langsung dan tidak dapat dimaafkan terhadap perintah Tuhan.”

Patriarchs and Prophets 705.2

Selain masalah Uza, mereka juga melakukan pelanggaran lainnya.

Daud memilih mengangkut tabut dengan kereta baru, bukan dengan cara yang telah ditetapkan Tuhan (dipikul oleh orang Lewi sesuai Keluaran 25:14 dan Bilangan 4:15). Jadi, jangan mengandalkan cara kita sendiri, tetapi cari dan ikuti petunjuk Tuhan.

“Daud dan orang banyak itu telah berhimpun untuk melaksanakan suatu tugas yang suci, dan mereka telah mengambil bagian di dalam pekerjaan itu dengan hati yang senang dan sukarela; tetapi Tuhan tidak dapat menerima pelayanan mereka, oleh karena itu tidak dilaksanakan sesuai dengan petunjuk-Nya.”

Patriarchs and Prophets 705.3

“Allah tidak dapat menerima penurutan yang setengah-setengah, tidak menerima cara yang sembarangan dalam memperlakukan hukum-hukum-Nya. Dengan menghukum Uza Ia bermaksud untuk mengingatkan Israel akan pentingnya memberikan perhatian yang ketat terhadap segala tuntutan-Nya. Dengan demikian kematian seorang, dengan menuntun mereka kepada pertobatan, akan dapat mencegah perlunya diturunkan hukuman ke atas ribuan orang.”

Patriarchs and Prophets 705.3

Daud dan bangsa Israel memiliki niat yang baik untuk membawa kembali Tabut Perjanjian, tetapi dilakukan dengan cara yang salah. Niat baik saja tidak cukup jika tidak diikuti dengan ketaatan kepada firman Tuhan.

Jadi, motif yang benar, niat yang baik memang harus ada, tetapi harus dilakukan dengan cara yang benar, yang sesuai dengan kehendak Tuhan.

Kiranya renungan hari ini boleh mengingatkan kita semua untuk mengikuti dengan ketat semua aturan yang Tuhan sudah berikan kepada kita.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 1 (Bagian 4) – Menukar Kebenaran dengan Kebohongan

Setelah menjelaskan bagaimana manusia menolak Allah, Paulus menunjukkan akibat yang terjadi ketika manusia memilih untuk…

8 hours ago

Perenungan Roma 1 (Bagian 3) – Ketika Manusia Menolak Allah

Paulus kemudian membawa kita kepada sebuah kenyataan yang serius. “Sebab murka Allah nyata dari sorga…

1 day ago

Perenungan Roma 1 (Bagian 2) – Tidak Malu terhadap Injil

Paulus melanjutkan suratnya kepada jemaat di Roma dengan mengungkapkan kerinduannya untuk mengunjungi mereka. Ia berkata,…

2 days ago

Perenungan Roma 1 (Bagian 1) – Siapa Kita?

Paulus membuka suratnya kepada jemaat di Roma dengan memperkenalkan dirinya sebagai “… hamba Kristus Yesus,…

3 days ago

Perenungan Titus 3 (Bagian 7) – Berbuahlah

Pada bagian sebelumnya, kita diingatkan untuk tidak menghabiskan waktu dalam pertengkaran dan perdebatan yang sia-sia.…

4 days ago

Perenungan Titus 3 (Bagian 6) – Perdebatan

“Tetapi hindarilah persoalan yang dicari-cari dan yang bodoh, persoalan silsilah, percekcokan serta pertengkaran tentang hukum…

5 days ago