Renungan Kitab 1 Samuel

Perenungan 1 Samuel 6 – Bukan Kebetulan

Bacalah kisah di 1 Samuel pasal 6 ini secara keseluruhan agar bisa mengerti.

Akhirnya bangsa Filistin akan mengembalikan tabut perjanjian ke orang Israel. Tetapi ada satu bagian yang menarik perhatian saya.

Tabut perjanjian ini ditaruh di kereta yang dibawa oleh dua ekor lembu (baca lengkapnya di ayat 7-8). Lalu orang Filistin berkata, “’Perhatikanlah: apabila tabut itu mengambil jalan ke daerahnya, ke Bet-Semes, maka Dialah itu yang telah mendatangkan malapetaka yang hebat ini kepada kita. Dan jika tidak, maka kita mengetahui, bahwa bukanlah tangan-Nya yang telah menimpa kita; kebetulan saja hal itu terjadi kepada kita.’” (1 Samuel 6:9)

Lembu-lembu ini dibiarkan jalan sendiri tanpa ada orang yang mengendalikannya. Jadi, ada kemungkinan tidak langsung mengikuti jalan ke Bet-Semes. Ada kemungkinan-kemungkinan. Itulah sebabnya orang Filistin memperhatikan jalannya lembu-lembu itu untuk mengetahui apakah memang hal-hal yang menimpa pada mereka itu datangnya dari Tuhan atau hanya kebetulan.

Bagaimana hasilnya? Mari kita baca ayat 12, “Lembu-lembu itu langsung mengikuti jalan yang ke Bet-Semes; melalui satu jalan raya, sambil menguak dengan tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri, sedang raja-raja kota orang Filistin itu berjalan di belakangnya sampai ke daerah Bet-Semes.” (1 Samuel 6:12)

Jadi, ini bukanlah sebuah kebetulan.

Pena inspirasi mencatat, “Tanpa dipimpin oleh tangan manusia, kedua ekor binatang yang sabar ini meneruskan perjalanan mereka. Hadirat ilahi menyertai tabut itu, dan telah bergerak maju dengan selamat tiba di tempat yang telah ditentukan.” (Patriarchs and Prophets 588.2)

Siapakah yang menuntun mereka? Tentu saja Tuhan.

Sama seperti kisah Nuh yang mana binatang-binatang masuk sepasang demi sepasang ke dalam bahtera. Begitu juga dengan kisah orang Majus yang dituntun oleh bintang yang adalah malaikat. Begitu juga dengan kisah Elia yang diberi makan oleh burung gagak. Ada juga kisah tulah di mana Tuhan bisa kendalikan mana yang akan terkena tulah mana daerah yang tidak terkena. Dan masih ada banyak kisah lainnya yang mana semuanya itu ada campur tangan Tuhan.

Percayalah bahwa semua yang terjadi di dalam hidup kita ini bukanlah sebuah kebetulan, semuanya ada campur tangan Tuhan dan juga pilihan yang kita pilih. Oleh karena itu, “Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak;” (Mazmur 37:5)

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 12 (Bagian 2) – Ketika Tuhan Menjawab di Luar Dugaan

Mari kita lanjutkan Kisah Para Rasul pasal 12, ketika Petrus berada di dalam penjara. Situasinya…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 12 (Bagian 1) – Di Tengah Tekanan, Tetap Berdoa

Mari kita belajar dari Kisah Para Rasul pasal 12, bagian awal yang menceritakan tentang penganiayaan…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 11 (Bagian 3) – Iman yang Terlihat dalam Tindakan

Di bagian akhir Kisah Para Rasul pasal 11, kita melihat sebuah peristiwa yang sederhana, tetapi…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 11 (Bagian 2) – Belajar Seperti Barnabas

Setelah orang-orang percaya di Yerusalem memahami penjelasan Petrus, kisah berlanjut kepada tersebarnya Injil ke berbagai…

5 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 11 (Bagian 1) – Ketika Tuhan Membuka Pintu, Jangan Kita Menutupnya

Pasal ini terdiri dari dua perikop, dan hari ini kita akan membahas lanjutan dari pasal…

6 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 10 (Bagian 2) – Apakah Semua Makanan Menjadi Halal?

Kemarin kita telah belajar bahwa penglihatan Petrus bukan terutama tentang makanan, melainkan tentang cara pandang…

1 week ago