Renungan Kitab 1 Samuel

Perenungan 1 Samuel 29 – Ketika Kita Berada dalam Situasi Sulit

Apa yang kita lakukan ketika kita berada di dalam situasi yang sulit? Ketika kita harus memutuskan sesuatu yang terlihat sulit, apa yang akan kita lakukan?

Bacalah kisah ini secara keseluruhan agar kita bisa belajar dari kisah ini.

Pada pasal 27, kita tahu Daud tinggal di bawah perlindungan bangsa Filistin. Dan kali ini situasi sulit yang dihadapi Daud adalah ketika ia berada di posisi yang ia harus siap sedia berperang melawan negerinya sendiri, yaitu Israel.

Ketika kita berada di situasi seperti Daud, tentu saja kita bingung solusi apa yang harus kita ambil. Istilahnya “Maju salah, mundur juga salah” karena maju berperang melawan bangsanya sendiri tentu salah, tapi jikalau ia mundur, maka akan dianggap tidak tahu berterima kasih setelah diberikan perlindungan oleh bangsa Filistin.

Jadi, apa yang harus kita lakukan?

“Daud merasa bahwa ia telah kehilangan jalan. Jauh lebih baik baginya mencari perlindungan di dalam benteng-benteng Allah yang ada di gunung-gunung daripada di bawah lindungan musuh Tuhan dan umat-Nya…. sekalipun Daud, kehilangan pegangannya atas kuasa Ilahi, telah goyah dan berpaling dari jalan yang jujur, tekadnya masih tetap mau setia kepada Allah.”

Patriarchs and Prophets 690.2

Jadi, carilah perlindungan dan solusi dari Tuhan serta harus tetap bertekad untuk setia kepada Tuhan.

Lalu bagaimana Tuhan menyelesaikan permasalahan Daud ini?

“Pesuruh-pesuruh surga telah menggerakkan hati penghulu-penghulu Filistin untuk menentang kehadiran Daud dan bala tentaranya bersama-sama dengan tentara mereka di dalam peperangan yang akan diadakan itu.”

Patriarchs and Prophets 690.2

Baca lagi kisah penolakan para penghulu orang Filistin kepada Daud di ayat 3-5.

Lihatlah bagaimana cara Tuhan membuka jalan untuk permasalahan Daud ketika ia menghadapi situasi yang sulit. Cara yang mungkin tidak terbayangkan oleh kita.

Oleh karena itu, “… percayalah kepada TUHAN! — Dialah pertolongan mereka dan perisai mereka.” (Mazmur 115:10)

Ada ribuan cara Tuhan untuk menyelesaikan permasalahan kita, dimana satu carapun tidak kita ketahui. Jadi, “Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak;” (Mazmur 37:5)

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 18 (Bagian 2) – Jangan Diam

Di Korintus, pelayanan Paulus tidak selalu berjalan mudah. Ketika ia memberitakan Injil, sebagian orang mulai…

13 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 18 (Bagian 1) – Menjadi Saksi

Setelah meninggalkan Atena, Paulus tiba di Korintus. Di sana ia bertemu dengan sepasang suami istri,…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 17 (Bagian 4) – Tetap Setia Menyampaikan Kebenaran

Setelah Paulus menjelaskan tentang Allah yang benar di Atena, ia mulai berbicara tentang pertobatan dan…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 17 (Bagian 3) – Religius Belum Tentu Mengenal Tuhan

Setelah meninggalkan Berea, Paulus tiba di Atena, sebuah kota yang penuh dengan filsafat, budaya, dan…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 17 (Bagian 2) – Kebenaran Tidak Dapat Dihentikan

Setelah banyak orang di Berea menerima firman Tuhan, kabar itu sampai kepada orang-orang Yahudi di…

5 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 17 (Bagian 1) – Belajar Seperti Orang Berea

Dalam perjalanan pelayanannya, Paulus dan Silas tiba di Tesalonika lalu memberitakan Injil di rumah ibadat…

6 days ago