Renungan Kitab 1 Samuel

Perenungan 1 Samuel 11 – Perubahan Tabiat

Sesudah pengangkatan Saul, orang Amon yang dipimpin oleh Nahas mengepung Yabesh-Gilead. Lalu orang Yabesh mengirim utusan ke seluruh Israel untuk menyelamatkan mereka. Singkat cerita, orang Amon kalah. Baca atau dengarkan kisah lengkapnya di pasal ini.

Apakah yang terjadi ketika Saul mendengar kabar pengepungan yang dilakukan oleh orang Amon serta syarat perjanjian damai dari orang Amon yang meminta mata kanan setiap penduduk itu?

Lalu apa jadinya ketika Roh Allah berkuasa atas Saul?

Jika kita membaca keseluruhan kisahnya, maka kita bisa melihat bahwa Tuhan memberikan keberanian dan juga hikmat kepada Saul dalam mengatur segala sesuatu. Mulai dari mengumpulkan 330.000 orang, ia juga mengatur pasukan menjadi 3 kelompok. Dan akhirnya mereka mendapatkan kemenangan.

Bukan hanya itu, tetapi ada perubahan tabiat dalam diri Saul yang nampak ketika banyak orang ingin membunuh orang-orang yang menolak Saul. Mari kita baca tulisan dari pena inspirasi.

“Di dalam semangat mereka itu banyak dari antara mereka yang bermaksud membunuh semua yang tadinya menolak untuk mengakui hak Saul. Tetapi raja turun tangan sambil berkata, ‘Pada hari ini seorang pun tak boleh dibunuh, karena pada hari ini juga Tuhan mengadakan suatu pertolongan bagi orang Israel.’ Dalam hal ini Saul telah memberikan bukti bahwa ada perubahan yang telah terjadi di dalam tabiatnya. Gantinya mengambil kehormatan itu bagi dirinya sendiri, ia memberikan kemuliaan itu kepada Allah. Gantinya menunjukkan suatu keinginan untuk membalas, ia telah menyatakan satu roh belas kasihan dan pengampunan. Hal ini merupakan bukti yang jelas bahwa anugerah Allah tinggal di dalam hatinya.”

Patriarchs and Prophets 613.1

Dari kisah ini kita belajar untuk meminta agar Roh Tuhan berkuasa atas diri kita sehingga tabiat kita juga akan diubah serupa dengan karakter Kristus.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 5) – Jadilah Berkat di Mana Pun Tuhan Menempatkanmu

Selama tiga hari pertama di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya diterima dengan ramah oleh Publius,…

6 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 4) – Jangan Hidup Berdasarkan Penilaian Manusia

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, penduduk Malta segera mengambil kesimpulan. Mereka berkata: "Orang ini…

1 day ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 3) – Jangan Membiarkan Racun Tetap Melekat

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, semua orang yang melihatnya langsung menyimpulkan bahwa ia pasti…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 2) – Tetap Melayani di Tengah Tantangan

Setelah tiba di Pulau Malta, Paulus bukan hanya berdiam diri menikmati kehangatan api yang telah…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 1) – Kasih yang Dinyatakan Melalui Orang yang Tidak Kita Duga

Setelah selamat dari badai yang dahsyat, Paulus dan seluruh penumpang kapal akhirnya tiba di sebuah…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 27 (Bagian 8) – Tuhan Setia Menepati Janji-Nya

Setelah berhari-hari diterpa badai, akhirnya kapal itu mendekati daratan. Para awak kapal berusaha mengarahkan kapal…

5 days ago