Ada raja baik yang memiliki ayah yang jahat atau sebaliknya. Tetapi ada juga raja baik yang memiliki ayah yang baik, begitu juga raja yang jahat memiliki ayah yang jahat juga. Tetapi jika kita perhatikan selama membahas kitab 1 Raja-raja ini, maka kita melihat ada beberapa nama ibu yang ditulis. Salah satu contohnya adalah di ayat 42.
“Yosafat berumur tiga puluh lima tahun pada waktu ia menjadi raja dan dua puluh lima tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Azuba, anak Silhi. Ia hidup mengikuti jejak Asa, ayahnya; ia tidak menyimpang dari padanya dan melakukan apa yang benar di mata TUHAN.”
1 Raja-raja 22:42
Tidak ada sebuah pola yang pasti bahwa ayah yang baik makanya anaknya pasti baik, tetapi peran orang tua sangat penting di dalam pendidikan anak. Jangan sampai anak kita menjadi jahat karena melihat tingkah laku kita sebagai orang tua atau karena didikan orang tua yang salah. Walau alasan orang bisa menjadi baik atau jahat juga dipengaruhi banyak hal, tetapi pendidikan orang tua sangat penting. Orang tua ini bukan hanya tugas dari seorang ayah atau ibu saja, tetapi keduanya. Itulah sebabnya ada nama ibu yang juga dicatat.
“Kitab Suci, sebuah buku yang penuh dengan petunjuk, harus menjadi buku pelajaran mereka. Jikalau mereka mendidik anak-anak mereka sesuai dengan peraturan-peraturannya, maka mereka bukan saja menempatkan anak-anak muda ini pada jalan yang benar, tetapi juga mereka mendidik diri sendiri di dalam tugas yang paling suci.”
Membina Anak yang Bertanggung Jawab 62.1
Jadi, marilah kita jadikan Alkitab sebagai pedoman dalam mendidik anak-anak kita.
Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin