Renungan

Permintaan Seorang Pemimpin Sejati

Shalom, selamat Sabat!

Jika anda adalah seorang pemimpin sejati, apa yang akan anda minta? Apakah kekayaan? Ataukah jabatan yang lebih tinggi? Atau lainnya?

Mari kita baca kutipan di dalam buku Sukses Memimpin, “Seorang pemimpin sejati akan berdoa meminta hati yang mengerti, untuk mengerti antara baik dan jahat.” (Sukses Memimpin 32.1)

Masih ingat kisah Salomo yang dikenal dengan raja yang berhikmat? Apa yang diminta oleh Salomo kepada Tuhan?

Salomo berkata, “Maka berikanlah kepada hamba-Mu ini hati yang faham menimbang perkara untuk menghakimi umat-Mu dengan dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat, sebab siapakah yang sanggup menghakimi umat-Mu yang sangat besar ini?” (1 Raja-raja 3:9)

Salomo adalah seorang raja atau pemimpin yang tidak meminta kekayaan kepada Tuhan, tetapi hati yang bisa menimbang dan membedakan antara baik dan jahat.

Jika kita adalah pemimpin sejati, itulah yang harus kita minta dan mari kita lihat hasil dari permintaan raja Salomo ini. Apa jawaban Tuhan terhadap permintaannya itu?

“Jadi berfirmanlah Allah kepadanya: ‘Oleh karena engkau telah meminta hal yang demikian dan tidak meminta umur panjang atau kekayaan atau nyawa musuhmu, melainkan pengertian untuk memutuskan hukum,… apa yang tidak kauminta Aku berikan kepadamu, baik kekayaan maupun kemuliaan, sehingga sepanjang umurmu takkan ada seorang pun seperti engkau di antara raja-raja.’”

1 Raja-raja 3:11, 13

Jadi, seorang pemimpin sejati seharusnya meminta kepada Tuhan hati yang bisa membedakan baik dan jahat.

Selamat Sabat dan Tuhan memberkati kita semua. Amin.

Grow

Recent Posts

Perenungan Titus 1 (Bagian 2) – Lebih Berharga daripada Jabatan

“Sebab sebagai pengatur rumah Allah seorang penilik jemaat harus tidak bercacat...” Titus 1:7 Ketika Paulus…

5 hours ago

Perenungan Titus 1 (Bagian 1) – Janji Allah Tidak Pernah Gagal

“dan berdasarkan pengharapan akan hidup yang kekal yang sebelum permulaan zaman sudah dijanjikan oleh Allah…

1 day ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 8) – Injil Tidak Dapat Dipenjarakan

Kitab Kisah Para Rasul ditutup dengan sebuah pemandangan yang sederhana, tetapi penuh makna. Paulus memang…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 7) – Tetap Setia Menyampaikan Kebenaran

Sesampainya di Roma, Paulus tidak membuang waktu. Meskipun masih berstatus sebagai tahanan rumah, ia segera…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 6) – Tuhan Tidak Pernah Lupa Janji-Nya

Setelah tinggal selama tiga bulan di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya kembali melanjutkan perjalanan menuju…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 5) – Jadilah Berkat di Mana Pun Tuhan Menempatkanmu

Selama tiga hari pertama di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya diterima dengan ramah oleh Publius,…

5 days ago