Renungan

Perkataan Apa yang Keluar dari Diri Kita?

Jika kita berbicara mengenai perkataan, perkataan bukan hanya saat kita berbicara secara verbal saja karena kita juga berkata-kata melalui tulisan seperti di media sosial. Jadi jika disini berbicara perkataan, ingatlah ini bukan hanya yang keluar dari mulut kita saja, tetapi juga perkataan yang kita tulis dalam media sosial juga.

Nah, perkataan apa yang seharusnya yang keluar dari diri kita dan apa yang tidak seharusnya keluar dari diri kita? Mari kita bahas pada renungan kita hari ini.

Ada sebuah nasihat yang dicatat di dalam Alkitab untuk kita yaitu, “Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.” (Efesus 4:29)

Jadi perkataan yang seharusnya keluar adalah perkataan yang baik dan membangun, tetapi janganlah ada perkataan kotor yang keluar dari diri kita.

Di dalam buku The Voice in Speech and Song dicatatkan bahwa “Suara dan lidah adalah karunia dari Tuhan, dan jika digunakan dengan benar, itu adalah kekuatan bagi Tuhan…. Lidah adalah dunia berkat, atau dunia kejahatan.” (The Voice in Speech and Song 13.2)

Itulah sebabnya Alkitab juga mencatat, “Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah, dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini, saudara-saudaraku, tidak boleh demikian terjadi.” (Yakobus 3:9-10)

Pertanyaan untuk kita semua adalah, apakah perkataan kita sudah menjadi berkat bagi sesama kita? Jawablah masing-masing dalam hati kita.

Kiranya renungan kita pada hari ini boleh mengingatkan kita untuk selalu mengeluarkan kata-kata kita melalui mulut kita atau melalui tulisan yang kita tulis di media sosial dengan bijak dan biarlah itu boleh menjadi berkat bagi semua orang dan menjadi kepujian bagi nama Tuhan.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin.

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 5) – Jadilah Berkat di Mana Pun Tuhan Menempatkanmu

Selama tiga hari pertama di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya diterima dengan ramah oleh Publius,…

10 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 4) – Jangan Hidup Berdasarkan Penilaian Manusia

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, penduduk Malta segera mengambil kesimpulan. Mereka berkata: "Orang ini…

1 day ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 3) – Jangan Membiarkan Racun Tetap Melekat

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, semua orang yang melihatnya langsung menyimpulkan bahwa ia pasti…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 2) – Tetap Melayani di Tengah Tantangan

Setelah tiba di Pulau Malta, Paulus bukan hanya berdiam diri menikmati kehangatan api yang telah…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 1) – Kasih yang Dinyatakan Melalui Orang yang Tidak Kita Duga

Setelah selamat dari badai yang dahsyat, Paulus dan seluruh penumpang kapal akhirnya tiba di sebuah…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 27 (Bagian 8) – Tuhan Setia Menepati Janji-Nya

Setelah berhari-hari diterpa badai, akhirnya kapal itu mendekati daratan. Para awak kapal berusaha mengarahkan kapal…

5 days ago