Renungan

Perhiasan yang Tidak Binasa

Apa gunanya perhiasan? 

Di dalam Wikipedia dikatakan bahwa, “Perhiasan adalah sebuah benda yang digunakan untuk merias atau mempercantik diri. Perhiasan biasanya terbuat dari emas ataupun perak dan terdiri dari berbagai macam bentuk mulai dari cincin, kalung, gelang, liontin dan lain-lain.”

Jadi perhiasaan ini gunanya memang untuk merias atau mempercantik diri. Tidak ada tujuan lainnya yang berhubungan dengan hidup dan mati seperti minum air mineral dan menghirup udara.

Apakah kita suka merias atau mempercantik diri kita? Jika ya, pertanyaannya apakah yang kita gunakan untuk mempercantik diri kita? Apakah dengan cincin dan kalung? Ataukan dengan make up? Dengan apakah?

Cincin dan kalung bisa hilang dan musnah, make up pun bisa pudar. Lalu apakah ada perhiasan yang tidak binasa? Ya! Tentu saja ada! Apa itu?

Alkitab menuliskan, “Perhiasanmu janganlah secara lahiriah, yaitu dengan mengepang-ngepang rambut, memakai perhiasan emas atau dengan mengenakan pakaian yang indah-indah, tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah.” (1 Petrus 3:3-4)

Jadi perhiasan yang Tuhan suruh agar kita kenakan pada jiwa berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram. Di dalam buku The Ministry of Healing dikatakan bahwa, “Tidak ada pakaian lahiriah yang dapat menyaingi nilai atau kecantikan ‘yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah.’ (The Ministry of Healing 289.2)

Kiranya renungan hari ini mengingatkan kita bahwa perhiasan sejati yang sesungguhnya adalah berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati.

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 18 (Bagian 3) – Ketika Tuhan Menggagalkan Rencana Manusia

Ketika pelayanan Paulus di Korintus semakin berkembang, orang-orang Yahudi yang menolak Injil mulai melawan Paulus.…

11 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 18 (Bagian 2) – Jangan Diam

Di Korintus, pelayanan Paulus tidak selalu berjalan mudah. Ketika ia memberitakan Injil, sebagian orang mulai…

1 day ago

Perenungan Kisah Para Rasul 18 (Bagian 1) – Menjadi Saksi

Setelah meninggalkan Atena, Paulus tiba di Korintus. Di sana ia bertemu dengan sepasang suami istri,…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 17 (Bagian 4) – Tetap Setia Menyampaikan Kebenaran

Setelah Paulus menjelaskan tentang Allah yang benar di Atena, ia mulai berbicara tentang pertobatan dan…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 17 (Bagian 3) – Religius Belum Tentu Mengenal Tuhan

Setelah meninggalkan Berea, Paulus tiba di Atena, sebuah kota yang penuh dengan filsafat, budaya, dan…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 17 (Bagian 2) – Kebenaran Tidak Dapat Dihentikan

Setelah banyak orang di Berea menerima firman Tuhan, kabar itu sampai kepada orang-orang Yahudi di…

5 days ago