Renungan

Penegur VS Penjilat

Shabbat Shalom!

Seorang ‘penjilat’ tentu tidak baik dan selalu berkonotasi negatif…

Tetapi bagaimana dengan seorang penegur? 

Banyak orang lebih suka menegur orang daripada ditegur, bukan?

Tapi mari kita lihat realitanya…

Banyak orang yang kadang malas menegur orang lain yang salah karena alasan-alasan sbb:

  1. Diri sendiri belum benar.
  2. Dibilang ‘sok suci’
  3. Nanti dijauhi dan dibenci oleh teman-teman.

Kali ini kita akan membahas poin ke-3. Seringkali kita takut menegur karena takut dibenci dan dijauhi oleh teman-teman sehingga kita lebih memilih untuk berkata-kata ‘manis’ atau menjadi penjilat agar disukai oleh banyak orang.

Tapi Alkitab mengingatkan:

“Siapa menegur orang akan kemudian lebih disayangi dari pada orang yang menjilat.”

Amsal 28:23

Jadi.. janganlah takut menegur orang lain! Tapi ada beberapa tips yang Alkitab anjurkan dalam menegur:

  1. Tegurlah empat mata terlebih dulu, yaitu antara engkau dan dia saja. Jika orang tersebut tidak mendengarkanmu, maka bawalah satu atau dua orang lagi bahkan jika masih diabaikan maka katakan kepada jemaat (Matius 18:15-17).
  2. Tegurlah sebagai seorang saudara, bukan sebagai musuh (2 Tesalonika 3:15).
  3. Tegur dan beri nasihat dengan sabar (2 Timotius 4:2).

Itulah tips untuk menegur orang lain.. Dan walalupun nanti akan banyak orang tidak suka dengan kita… INGATLAH apa yang dikatakan Amsal 28:23 bahwa orang yang menegur orang lain akan kemudian lebih disayangi daripada seorang penjilat.

Kata ‘kemudian’ itu kapan?

Kemudiannya itu kita tak tahu kapan dan berapa lama, tetapi pasti akan ada waktunya kita lebih disukai daripada penjilat.

Lebih baik menegur yang salah daripada menjadi penjilat karena firman Tuhan berkata, “Lebih baik teguran yang nyata-nyata dari pada kasih yang tersembunyi.” (Amsal 27:5)

Jangan takut untuk menegur orang, tapi ingatlah tips menegur yang Tuhan sudah berikan. Dan selidikilah juga motif kita dalam menegur orang, apakah karena kita tidak suka kepada mereka dan ingin menjatuhkan mereka atau karena ingin membuat mereka lebih baik lagi?

Kiranya berkat Tuhan menjadi bagian kita semua. Amin.

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 13 (Bagian 1) – Dipanggil untuk Pekerjaan Tuhan

Kisah Para Rasul pasal 13 menjadi titik penting dalam perjalanan pekabaran Injil. Di pasal inilah…

7 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 12 (Bagian 3) – Ditinggikan atau Direndahkan?

Setelah peristiwa pembebasan Petrus, kisah beralih kepada Raja Herodes. Ia tampil di hadapan rakyat dengan…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 12 (Bagian 2) – Ketika Tuhan Menjawab di Luar Dugaan

Mari kita lanjutkan Kisah Para Rasul pasal 12, ketika Petrus berada di dalam penjara. Situasinya…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 12 (Bagian 1) – Di Tengah Tekanan, Tetap Berdoa

Mari kita belajar dari Kisah Para Rasul pasal 12, bagian awal yang menceritakan tentang penganiayaan…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 11 (Bagian 3) – Iman yang Terlihat dalam Tindakan

Di bagian akhir Kisah Para Rasul pasal 11, kita melihat sebuah peristiwa yang sederhana, tetapi…

5 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 11 (Bagian 2) – Belajar Seperti Barnabas

Setelah orang-orang percaya di Yerusalem memahami penjelasan Petrus, kisah berlanjut kepada tersebarnya Injil ke berbagai…

6 days ago