Renungan

Manfaat Memberi – Bagian 3

Melanjutkan renungan kita kemarin, kita akan melihat manfaat lain dari memberi. 

5. Memberi itu menular. 

“Ketika kita memberi, kita tidak hanya menolong penerima langsung dari pemberian kita. Kita juga mendorong sebuah efek gelombang kedermawanan di dalam komunitas kita. 

Sebuah penelitian oleh James Fowler dari University of California, San Diego, dan Nicholas Christakis dari Havard, yang diterbitkan dalam Proceedings of the National Academy of Science, menunjukkan bahwa ketika seseorang bersikap dermawan, hal itu menginspirasi mereka yang melihatnya untuk juga bersikap dermawan, kepada orang lain. Faktanya, para peneliti menemukan bahwa sikap tidak egois dapat disebarkan kepada tiga tingkat—dari seseorang kepada seseorang kepada seseorang kepada seseorang. ‘Sebagai hasilnya,’ mereka menuliskan, ‘setiap orang dalam sebuah jaringan dapat mempengaruhi puluhan bahkan ratusan orang, beberapa yang tidak ia kenal atau belum pernah bertemu.’ 

Memberi juga telah dihubungkan dengan produksi oksitosin, sebuah hormon (yang juga diproduksi saat berhubungan intim dan memberi asi) yang menghasilkan perasaan hangat, euphoria, dan hubungan dengan orang lain. Dalam penelitian di dalam laboratory, Paul Zak, direktur dari Center for Neuroeconomics Studies di Claremont Graduate University, telah menemukan bahwa satu dosis oksitosin dapat menyebabkan orang-orang untuk memberi lebih dermawan dan untuk merasakan empati yang lebih kepada orang lain, dengan ‘gejala’ yang bertahan hingga dua jam. Dan mereka yang berada pada ‘oksitosin tinggi’ berpotensi memulai sebuah ‘virtuous circle, dimana kebaikan satu orang memicu kebaikan orang lain.’ Zak katakan.”   

Artikel yang dibuat berdasarkan penelitian di atas, secara khusus poin 3 dan 4 yang kita telah bahas kemarin dan poin 5 di atas, melengkapi kebenaran firman Tuhan yang tertulis di dalam Kisah Para Rasul 2:44-47, “Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama, dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing. Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati, sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.” 

Jika kita membayangkan situasi yang dituliskan di kisah para murid Yesus yang berkumpul setelah kenaikan Yesus, betapa indahnya perkumpulan mereka semua. Kehidupan yang menghidupkan Mazmur 133:1, “Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!” 

Sungguh indahnya kehidupan mereka yang tidak egois, yang bahkan menjual harta miliknya untuk dibagi kepada orang lain yang membutuhkan. Dan seperti yang telah dituliskan di penelitian di atas, bahwa kebaikan dan sifat tidak egois ini dapat ditularkan kepada orang lain. 

Jika para murid Yesus dapat melakukannya, kitapun yang mengaku sebagai murid dan anak Tuhan juga dapat melakukannya dengan pertolongan Tuhan. Dan jika itu adalah keinginan kita untuk menjadi seseorang yang suka memberi, yang tidak egois, berdoalah karena Tuhan berjanji barangsiapa meminta sesuai dengan kehendak-Nya, akan menerimanya. 

Selamat pagi dan Tuhan memberkati.

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 6 (Bagian 2) – Dikuburkan dan Dibangkitkan Bersama Kristus

“Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti…

13 hours ago

Perenungan Roma 6 (Bagian 1) – Mati terhadap Dosa

“Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah…

2 days ago

Perenungan Roma 5 (Bagian 16) – Kasih Karunia Membawa kepada Hidup

“Supaya, sama seperti dosa berkuasa dalam alam maut, demikian kasih karunia akan berkuasa oleh kebenaran…

3 days ago

Perenungan Roma 5 (Bagian 15) – Hukum Taurat dan Kasih Karunia

“Tetapi hukum Taurat ditambahkan, supaya pelanggaran menjadi semakin banyak; dan di mana dosa bertambah banyak,…

4 days ago

Perenungan Roma 5 (Bagian 14) – Ketaatan Membawa Kehidupan

“Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula…

5 days ago

Perenungan Roma 5 (Bagian 13) – Siapa yang Menguasai Hidup Kita?

“... maka lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran,…

6 days ago