Renungan

Lebih Berharga daripada Pendapat Manusia

“Takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan …”

Amsal 1:7

“Satu kalimat Alkitab adalah lebih berharga daripada sepuluh ribu ide atau pendapat manusia. Mereka yang menolak untuk mengikuti jalan Tuhan pada akhirnya akan menerima kalimat, ‘Enyahlah dari pada-Ku.’ Tetapi ketika mereka tunduk kepada jalan Tuhan, Tuhan Yesus memimpin pikiran kita dan mengisi bibir kita dengan kepastian. Kita dapat menjadi kuat di dalam Tuhan dan di dalam kekuatan kuasa-Nya. Dengan menerima Kristus, kita dipakaikan dengan kuasa. Juruselamat yang diam di dalam diri kita menjadikan kuasa-Nya menjadi milik kita. Kebenaran-Nya menjadi bagian kita. Tidak ada kecurangan yang terlihat di dalam kehidupan. Kita mampu untuk berbicara perkataan-perkataan pada waktunya kepada mereka yang tidak mengetahui kebenaran. Kehadiran Kristus di dalam hati ada sebuah kuasa yang memberi hidup, menguatkan seluruh kehidupan.”

Testimonies for the Church, Vol. 7, 71.1

Mengapa satu kalimat Alkitab lebih berharga daripada sepuluh ribu ide atau pendapat manusia?

Karena firman Tuhan itu adalah “… pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.” (Mazmur 119:105)

Tak heran pemazmur berkata (di dalam Mazmur 119:97-100), yaitu:

97. Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari. 

98. Perintah-Mu membuat aku lebih bijaksana dari pada musuh-musuhku, sebab selama-lamanya itu ada padaku. 

99. Aku lebih berakal budi dari pada semua pengajarku, sebab peringatan-peringatan-Mu kurenungkan. 

100. Aku lebih mengerti dari pada orang-orang tua, sebab aku memegang titah-titah-Mu.

Bagaimana dengan kita? Apakah kita lebih menggunakan ide dan pikiran kita sendiri? Ataukah kita akan selalu menggunakan firman Tuhan sebagai standar di dalam setiap aspek kehidupan kita?

Jangan lupa bahwa “Takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan…” (Amsal 1:7)

Selamat pagi dan Tuhan memberkati.

Grow

Recent Posts

Perenungan Titus 1 (Bagian 1) – Janji Allah Tidak Pernah Gagal

“dan berdasarkan pengharapan akan hidup yang kekal yang sebelum permulaan zaman sudah dijanjikan oleh Allah…

10 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 8) – Injil Tidak Dapat Dipenjarakan

Kitab Kisah Para Rasul ditutup dengan sebuah pemandangan yang sederhana, tetapi penuh makna. Paulus memang…

1 day ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 7) – Tetap Setia Menyampaikan Kebenaran

Sesampainya di Roma, Paulus tidak membuang waktu. Meskipun masih berstatus sebagai tahanan rumah, ia segera…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 6) – Tuhan Tidak Pernah Lupa Janji-Nya

Setelah tinggal selama tiga bulan di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya kembali melanjutkan perjalanan menuju…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 5) – Jadilah Berkat di Mana Pun Tuhan Menempatkanmu

Selama tiga hari pertama di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya diterima dengan ramah oleh Publius,…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 4) – Jangan Hidup Berdasarkan Penilaian Manusia

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, penduduk Malta segera mengambil kesimpulan. Mereka berkata: "Orang ini…

5 days ago