Renungan

Keramik Bagi Tukang Tembikar

Keramik dapat dibedakan berdasarkan suhu yang digunakan untuk membakarnya. Semakin lama keramik dipanaskan maka semakin tahan lama keramik tersebut.

Diantara banyak jenis keramik, porselen merupakan jenis keramik yang dipanaskan dengan suhu yang tinggi. Suhu pembakaran porselen mencapai 2500°F dan menghasilkan daya tahan tekanannya yang bisa mencapai 5000 kg/cm. Dengan kata lain, sebuah gerbong kereta seberat 11 ton tidak dapat memecahkan keramik yang berukuran 2 cm.

Wow! Kuat sekali bukan?

Sebelum dibakar, tentu tukang tembikar membentuknya terlebih dahulu, memanaskannya berulang-ulang, mengikis nya, memolesnya, memberikan ornamen-ornamen cantik dan membakarnya ulang. Inilah yang membuat istana sering dihiasi oleh porselen.

Apakah kamu tahu bahwa kita adalah tanah liat dan Tuhan adalah tukang tembikar yang membentuk kita sesuai dengan apa yang indah dimata-Nya?

“Tetapi sekarang, ya TUHAN, Engkaulah Bapa kami! Kamilah Tanah liat dan Engkaulah yang membentuk kami, dan kami sekalian adalah butaan tangan-Mu”

Yesaya 64:8

Tuhan adalah the Great Designer yang membentuk kita saat ini untuk menjadi alat-Nya dalam kerajaan-Nya. Dan bilamana kita saat ini sedang menjalani proses pembentukan, percayalah bahwa tujuan akhirnya adalah menjadikan kita porselen-porselen yang kuat dan sangat berharga yang akan menghiasi dinding-dinding Surgawi.

“Sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan.”

Yakobus 1:3

Selamat Pagi dan Tuhan memberkati.

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 6) – Tuhan Tidak Pernah Lupa Janji-Nya

Setelah tinggal selama tiga bulan di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya kembali melanjutkan perjalanan menuju…

7 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 5) – Jadilah Berkat di Mana Pun Tuhan Menempatkanmu

Selama tiga hari pertama di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya diterima dengan ramah oleh Publius,…

1 day ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 4) – Jangan Hidup Berdasarkan Penilaian Manusia

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, penduduk Malta segera mengambil kesimpulan. Mereka berkata: "Orang ini…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 3) – Jangan Membiarkan Racun Tetap Melekat

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, semua orang yang melihatnya langsung menyimpulkan bahwa ia pasti…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 2) – Tetap Melayani di Tengah Tantangan

Setelah tiba di Pulau Malta, Paulus bukan hanya berdiam diri menikmati kehangatan api yang telah…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 1) – Kasih yang Dinyatakan Melalui Orang yang Tidak Kita Duga

Setelah selamat dari badai yang dahsyat, Paulus dan seluruh penumpang kapal akhirnya tiba di sebuah…

5 days ago