Renungan

Character Building

Bukankah saat ini banyak sekolahan yang menggembar gemborkan character building?

Bagaimana caranya agar kita bisa membangun karakter kita yang sudah mengalami degradasi ini untuk bisa kembali lagi menjadi karakter yang benar?

Siapa yang bisa membentuk karakter kita? Keluarga? Teman? Guru? Atau yang lain?

Ada sebuah kisah nyata dimana seorang anak gadis yang mendapat giliran duduk bersebelahan dengan teman sekelasnya yang nakal.

Setiap hari gadis ini sering merasakan kenakalan dari teman sebangkunya. Oleh karena itu, gadis kecil ini mulai mendoakan teman sebangkunya ini setiap hari sebelum ia berangkat ke sekolah agar Tuhan membantu untuk mengubah karakter teman sebangkunya ini.

Dan apakah Anda tahu apa yang terjadi setelah sekian lama didoakan? Anak yang nakal ini berubah menjadi anak yang lebih baik dari sebelumnya.

Siapa yang mengubah dan membentuk karakter kita?

“Hanya Kristus yang dapat membentuk karakter yang telah rusak oleh dosa menjadi baru.”

The Faith I Live By 142.2

Mari kita mencoba mendoakan keluarga, teman, ataupun diri kita sendiri agar kita bisa berubah sesuai dengan karakter Kristus oleh karena Ia sendiri yang akan membentuk kita.

“Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat.”

Yehezkiel 36:26

Selamat pagi dan Tuhan memberkati.

Grow

Recent Posts

Perenungan Titus 1 (Bagian 3) – Waspada terhadap Ajaran yang Menyesatkan

Setelah menjelaskan karakter yang harus dimiliki oleh seorang penatua, Paulus segera mengungkapkan alasannya. Jemaat di…

19 hours ago

Perenungan Titus 1 (Bagian 2) – Lebih Berharga daripada Jabatan

“Sebab sebagai pengatur rumah Allah seorang penilik jemaat harus tidak bercacat...” Titus 1:7 Ketika Paulus…

2 days ago

Perenungan Titus 1 (Bagian 1) – Janji Allah Tidak Pernah Gagal

“dan berdasarkan pengharapan akan hidup yang kekal yang sebelum permulaan zaman sudah dijanjikan oleh Allah…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 8) – Injil Tidak Dapat Dipenjarakan

Kitab Kisah Para Rasul ditutup dengan sebuah pemandangan yang sederhana, tetapi penuh makna. Paulus memang…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 7) – Tetap Setia Menyampaikan Kebenaran

Sesampainya di Roma, Paulus tidak membuang waktu. Meskipun masih berstatus sebagai tahanan rumah, ia segera…

5 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 6) – Tuhan Tidak Pernah Lupa Janji-Nya

Setelah tinggal selama tiga bulan di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya kembali melanjutkan perjalanan menuju…

6 days ago