Seri Pandanglah Burung-Burung

Pandanglah Burung-Burung Part 21

Ketika kita telah memahami bagaimana peran burung merpati, mari kita lihat fakta burung merpati yang terakhir. Banyak yang mengatakan bahwa merpati simbol untuk kedamaian. Banyak daerah menggunakan merpati untuk simbol “damai” dan benarkah demikian?

Asal usul mengapa merpati dijadikan simbol untuk kedamaian belum diketahui. Namun, beberapa mengatakan karena merpati pernah menjadi sarana dalam perang yang digunakan sebagai ‘alat’ komunikasi sehingga ada beberapa tentara yang selamat dari kematian karena merpati memberikan surat kepada anggota tentara lainnya. Ada pula yang mengatakan karena merpati selalu dikaitkan dengan peristiwa yang sakral, contohnya dalam acara pernikahan merpati yang dilepaskan dengan harapan akan membawa kedamaian dan merpati itu juga simbol dari kesetiaan kepada rumah tangga pasangan tersebut. 

Banyak cerita lainnya mengenai merpati sebagai simbol damai, tetapi dengan banyaknya cerita tersebut mari kita lihat fakta dari Alkitab. 

Alkitab mencatat, “Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri…” (Galatia 5:22-23)

“Kerajaan Allah adalah kebenaran dan damai sejahtera serta sukacita di dalam Roh Kudus.”

Sukses Memimpin 137.1

Merpati di lambangkan sebagai Roh Kudus dan Roh Kudus memiliki suatu sifat, yang salah satunya adalah damai. Tidak heran banyak simbol merpati dikaitkan dengan kedamaian.

Biarlah Roh Kudus menjadi penolong di dalam kehidupan kita agar kita bisa “berdamai” di dalam diri kita, lingkungan kita, terlebih lagi berdamai dengan Tuhan.

Itulah sebabnya firman Tuhan juga berkata, “Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan.” (Ibrani 12:14)

Selamat Pagi dan Tuhan memberkati.

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 9 (Bagian 6) – Kesabaran dan Kemurahan Allah

“Jadi, kalau untuk menunjukkan murka-Nya dan menyatakan kuasa-Nya, Allah menaruh kesabaran yang besar terhadap benda-benda…

18 hours ago

Perenungan Roma 9 (Bagian 5) – Siapakah Kita untuk Membantah Allah?

“Siapakah kamu, hai manusia, maka kamu membantah Allah? Dapatkah yang dibentuk berkata kepada yang membentuknya:…

2 days ago

Perenungan Roma 9 (Bagian 4) – Apakah Allah Tidak Adil?

“Jadi hal itu tidak tergantung pada kehendak orang atau usaha orang, tetapi kepada kemurahan hati…

3 days ago

Perenungan Roma 9 (Bagian 3) – Rencana Allah dan Pilihan-Nya

Pada bagian sebelumnya Paulus menjelaskan bahwa keturunan jasmani saja tidak otomatis menjadikan seseorang ahli waris…

4 days ago

Perenungan Roma 9 (Bagian 2) – Janji Allah Tidak Pernah Gagal

“Akan tetapi firman Allah tidak mungkin gagal. Sebab tidak semua orang yang berasal dari Israel…

5 days ago

Perenungan Roma 9 (Bagian 1) – Hati yang Merindukan Keselamatan Orang Lain

“Sejak pertobatannya [Paulus], ia sangat rindu untuk menolong saudara-saudara sebangsanya agar memperoleh pemahaman yang jelas…

6 days ago