Renungan

Buka Tangan Lebar-Lebar

Melihat kondisi dunia yang penuh penderitaan, kemiskinan, sakit penyakit, dan lainnya membuat banyak orang menanyakan keberadaan Allah. Apakah Ia ada? Jika ada, mengapa ada penderitaan, kemiskinan, dan lainnya?

“Banyak orang yang mengeluh kepada Allah karena dunia ini begitu penuh dengan kekurangan dan penderitaan; tetapi Allah tidak pernah bermaksud agar kesengsaraan ini ada. Dia tidak pernah maksudkan agar seseorang mempunyai hidup yang berkelimpahan dengan kemewahan, sementara anak-anak yang lain berseru meminta makan. Allah itu adalah Allah yang penuh kebajikan.”

Testimonies for the Church, Vol. 6, 273.3

“Sebab orang-orang miskin tidak hentinya akan ada di dalam negeri itu; itulah sebabnya aku memberi perintah kepadamu, demikian: Haruslah engkau membuka tangan lebar-lebar bagi saudaramu, yang tertindas dan yang miskin di negerimu.”

Ulangan 15:11

Siapa yang harus membuka tangan lebar-lebar? 

“Ada orang-orang yang Tuhan berikan talenta dalam mengumpulkan harta yang berguna untuk meringankan mereka yang berada di dalam kemiskinan.”

Signs of the Times, 13 Juni 1892, par. 1, parafrase

“Ketika orang-orang yang telah diberkati dengan berlimpah dari surga dengan kekayaan yang besar itu gagal menjalankan rencana Allah, dan tidak membebaskan yang miskin dan yang tertekan, Tuhan dikecewakan …. ”

Review and Herald, 26 Juni 1894, par. 1

“Peringatkanlah agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi.”

1 Timotius 6:18

Tuhan telah memberikan kekayaan dan kelimpahan kepada masing-masing kita, mungkin bukan hanya kekayaan secara materi, tetapi juga ilmu, sukacita, dan lainnya. Dan Tuhan sedang menunggu agar kita membuka tangan lebar-lebar untuk menjadi saluran berkat bagi orang lain. 

Yang berkelimpahan materi, maukah memberikan kepada yang berkekurangan?

Yang berkelimpahan pengetahuan kesehatan, maukah membagikan kepada yang membutuhkan?

Yang berkelimpahan sukacita, maukah membagi kepada mereka yang sedang membutuhkan dukungan?

Dan bagi yang berkelimpahan akan kebenaran dan pengharapan di dalam Tuhan, maukah menyampaikan kepada mereka yang hilang?

Jawablah dalam hati kita masing-masing.

Kiranya berkat Sabat menjadi bagian kita semua. Amin.

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 13 (Bagian 3) – Jangan Menyia-nyiakan Kesempatan

“Dari Perga mereka melanjutkan perjalanan mereka, lalu tiba di Antiokhia di Pisidia. Pada hari Sabat…

12 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 13 (Bagian 2) – Jangan Menolak Terang Kebenaran

Setelah diutus, Paulus dan Barnabas mulai memberitakan Injil ke berbagai tempat. Dalam perjalanan itu, mereka…

1 day ago

Perenungan Kisah Para Rasul 13 (Bagian 1) – Dipanggil untuk Pekerjaan Tuhan

Kisah Para Rasul pasal 13 menjadi titik penting dalam perjalanan pekabaran Injil. Di pasal inilah…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 12 (Bagian 3) – Ditinggikan atau Direndahkan?

Setelah peristiwa pembebasan Petrus, kisah beralih kepada Raja Herodes. Ia tampil di hadapan rakyat dengan…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 12 (Bagian 2) – Ketika Tuhan Menjawab di Luar Dugaan

Mari kita lanjutkan Kisah Para Rasul pasal 12, ketika Petrus berada di dalam penjara. Situasinya…

5 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 12 (Bagian 1) – Di Tengah Tekanan, Tetap Berdoa

Mari kita belajar dari Kisah Para Rasul pasal 12, bagian awal yang menceritakan tentang penganiayaan…

6 days ago