Renungan

Buah Tangan (Bagian 1) – Hasil Pekerjaan

Shalom, selamat Sabat! Hari ini kita akan membahas mengenai buah tangan. Apa itu buah tangan?

Di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), buah tangan memiliki dua arti, yaitu:

Pertama, hasil pekerjaan.

Kedua, barang yang dibawa dari bepergian; oleh-oleh.

(Diambil dari: https://kbbi.kemdikbud.go.id)

Hari ini kita akan membahas mengenai ‘hasil pekerjaan’ kita, tetapi sebelum membahas ‘hasil pekerjaan’ maka kita harus tahu apa pekerjaan atau tugas kita.

Sebagai umat Tuhan, ada suatu tugas yang harus kita lakukan. Apa itu? 

Yesus berkata, “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” (Matius 28:19-20)

Paulus juga berkata, “Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikit pun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.” (Kisah Para Rasul 20:24)

Oleh karena itu, marilah kita memberitakan Injil kasih karunia Allah kepada banyak orang, maka Tuhan akan memberkati pekerjaan kita. Apa hasilnya?

Hasil dari penginjilan yang kita lakukan sebenarnya adalah untuk membentuk tabiat kita.

“Dia telah memberikan hak kepada manusia untuk turut ambil bagian dalam tabiat Ilahi, dan giliran merekalah membagikan berkat-berkat itu kepada sesama manusia. Inilah kehormatan tertinggi, kegembiraan terbesar, yang dapat diberikan Allah kepada manusia.”

Steps to Christ 79.1

“Allah dapat saja menyampaikan pekabaran-pekabaran injil dan semua pekerjaan yang penuh kasih sayang ini kepada para malaikat. Dia juga dapat menggunakan alat-alat yang lain untuk memenuhi maksud-Nya. Tetapi di dalam kasih-Nya yang tak mengenal batas itu Dia memilih kita menjadi pembantu-pembantu-Nya, bersama Kristus dan malaikat-malaikat, supaya kita dapat membagikan berkat-berkat, kegembiraan, keluhuran rohani, sebagai hasil dari pekerjaan yang tidak mementingkan diri ini.”

Steps to Christ 79.2

Pertanyaan bagi kita, maukah kita menerima buah tangan dari Tuhan yang adalah berkat, kehormatan , kegembiraan, keluhuran, dan pembentukan karakter kita? Jika kita mau, maka lakukanlah pekerjaan pelayanan kita dengan sukacita dan tanpa bersungut-sungut. Beritakanlah Injil kasih karunia Allah pada semua orang dengan talenta yang Tuhan sudah berikan kepada masing-masing kita.

Selamat Sabat dan Tuhan memberkati kita semua. Amin.

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 7) – Tetap Setia Menyampaikan Kebenaran

Sesampainya di Roma, Paulus tidak membuang waktu. Meskipun masih berstatus sebagai tahanan rumah, ia segera…

7 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 6) – Tuhan Tidak Pernah Lupa Janji-Nya

Setelah tinggal selama tiga bulan di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya kembali melanjutkan perjalanan menuju…

1 day ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 5) – Jadilah Berkat di Mana Pun Tuhan Menempatkanmu

Selama tiga hari pertama di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya diterima dengan ramah oleh Publius,…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 4) – Jangan Hidup Berdasarkan Penilaian Manusia

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, penduduk Malta segera mengambil kesimpulan. Mereka berkata: "Orang ini…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 3) – Jangan Membiarkan Racun Tetap Melekat

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, semua orang yang melihatnya langsung menyimpulkan bahwa ia pasti…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 2) – Tetap Melayani di Tengah Tantangan

Setelah tiba di Pulau Malta, Paulus bukan hanya berdiam diri menikmati kehangatan api yang telah…

5 days ago