Seri Yunus

Yunus (Bagian 21) – Mengapa Yunus Kesal (Bagian 1)

Pernahkah Anda merasa kesal terhadap orang jahat yang akhirnya tidak mendapatkan hukuman atau malapetaka? Jika Anda pernah merasa demikian, maka hal inilah yang juga dirasakan oleh Yunus. 

Apa respon Yunus saat Tuhan tidak jadi menunggangbalikkan Niniwe?

“Tetapi hal itu sangat mengesalkan hati Yunus, lalu marahlah ia.”

Yunus 4:1

Mengapa Yunus merasa kesal dan marah? Bukankah seharusnya ia yang pertama-tama seharusnya bersukacita dengan pertobatan orang-orang Niniwe?

Karena Yunus “membiarkan pikirannya membayangkan kemungkinan bahwa ia akan dianggap sebagai seorang nabi palsu. Merasa cemburu demi nama baiknya, ia kehilangan pandangan terhadap nilai jiwa lebih besar yang tidak terbatas yang berada di kota yang jahat itu. Kebaikan hati yang ditunjukkan Allah terhadap orang-orang Niniwe yang bertobat itu.” (Prophets and Kings 271.1)

Tak heran Yunus berkata di dalam doanya: “… Ya TUHAN, bukankah telah kukatakan itu, ketika aku masih di negeriku? Itulah sebabnya, maka aku dahulu melarikan diri ke Tarsis, sebab aku tahu, bahwa Engkaulah Allah yang pengasih dan penyayang, yang panjang sabar dan berlimpah kasih setia serta yang menyesal karena malapetaka yang hendak didatangkan-Nya.” (Yunus 4:2)

Ada dua pelajaran penting yang bisa kita ambil dari kisah ini dan hari ini kita akan belajar pelajaran yang pertama.

Pertama, seringkali kita seperti Yunus yang lebih takut dengan reputasi atau nama baik kita akan turun karena melakukan apa yang Tuhan perintahkan daripada takut akan Tuhan.

Ingatlah bahwa “… lebih baik menderita karena berbuat baik, jika hal itu dikehendaki Allah, dari pada menderita karena berbuat jahat.” (1 Petrus 3:17)

Janganlah kita takut akan nama baik kita jatuh di hadapan manusia, tetapi takutlah jika nama baik kita jatuh di hadapan Tuhan karena kita tidak mau mengikuti apa yang Ia perintahkan.

Itulah sebabnya mengapa banyak dari kita lebih takut terlambat datang ke sekolah atau kantor dibandingkan ke gereja? Dan itulah sebabnya kita juga lebih menurut kata-kata dari bos atau atasan kita yang bertentangan dengan firman Tuhan daripada menurut kepada Tuhan, dan masih banyak contoh lainnya yang terjadi dalam kehidupan kita.

Dan hari ini kita diingatkan untuk tidak takut akan reputasi kita yang buruk saat kita menuruti apa yang Tuhan perintahkan dan jika kita difitnah karena kita memegang kebenaran ingatlah bahwa “walaupun fitnah dapat menurunkan reputasi, ia tidak dapat menodai tabiat.” (Thoughts From the Mount of Blessing 32.2)

Selamat pagi dan Tuhan memberkati.

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 7 (Bagian 4) – Dosa Mengambil Kesempatan

“Sebab dalam perintah itu, dosa mendapat kesempatan untuk menipu aku dan oleh perintah itu ia…

22 hours ago

Perenungan Roma 7 (Bagian 3) – Hukum Taurat Menyatakan Dosa

Paulus mengajukan sebuah pertanyaan penting: apakah hukum Taurat itu dosa? Jawabannya tegas, “Sekali-kali tidak!”  “Jika…

2 days ago

Perenungan Roma 7 (Bagian 2) – Melayani dalam Keadaan yang Baru

“Tetapi sekarang kita telah dibebaskan dari hukum Taurat, sebab kita telah mati bagi dia, yang…

3 days ago

Perenungan Roma 7 (Bagian 1) – Menjadi Milik Kristus

Paulus memakai gambaran ikatan pernikahan untuk menjelaskan sesuatu tentang hubungan kita dengan hukum Taurat (Roma…

4 days ago

Perenungan Roma 6 (Bagian 9) – Upah Dosa dan Karunia Allah

“Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus,…

5 days ago

Perenungan Roma 6 (Bagian 8) – Menghasilkan Buah

“Dan buah apakah yang kamu petik dari padanya? Semuanya itu menyebabkan kamu merasa malu sekarang,…

6 days ago