Seri Menyelidiki Alkitab

Seri Menyelidiki Alkitab (Bagian 3) – Alasan Kita (Bagian 3) – Datang dan Lihat

Shalom dan selamat pagi.

Dua hari yang lalu kita sudah membahas mengapa perlu bagi kita mempelajari Alkitab. Namun mungkin ada yang bertanya bukannya sudah cukup saya mendengarkan khotbah dan membaca renungan orang lain?

Untuk menjawab pertanyaan itu mari kita belajar dari kisah salah satu murid Kristus, Natanael. 

“Filipus bertemu dengan Natanael dan berkata kepadanya: ‘Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret.’ Kata Natanael kepadanya: ‘Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?’ Kata Filipus kepadanya: ‘Mari dan lihatlah!’ Yesus melihat Natanael datang kepada-Nya, lalu berkata tentang dia: ‘Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!’ … Kata Natanael kepada-Nya: ‘Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!’

Yohanes 1:45-47, 49

Kata-kata Filipus bahwa ia menemukan telah menemukan Yesus yang dituliskan para nabi tidak langsung meneguhkan hati Natanael. Namun “Filipus berkata kepada Natanael, ‘Mari dan lihatlah.’ Ia tidak meminta kepadanya agar menerima kesaksian orang lain, melainkan agar ia sendiri datang melihat Kristus.” (The Desire of Ages 141.5). Natanael akhirnya datang pada Kristus dan membuktikan sendiri bahwa Kristus adalah Mesias dan akhirnya menjadi percaya.

“Seperti halnya Natanael, kita perlu mempelajari firman Allah bagi diri kita sendiri, dan berdoa memohonkan penerangan Roh Kudus.”

The Desire of Ages 141.1

Pengalaman Natanael pun harus menjadi bagian setiap kita juga. Tidaklah salah kita mendengarkan khotbah ataupun penjelasan dari orang lain. Namun itu belum cukup, kita perlu mengecap dan melihat sendiri, datang sendiri kepada Kristus, kita perlu menyelidiki Alkitab dan menjadikan itu pengalaman pribadi kita masing-masing.

Tidaklah heran pemazmur mencatatkan di dalam Mazmur 34:8 “Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu!”

Selamat pagi dan Tuhan memberkati.

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 6) – Tuhan Tidak Pernah Lupa Janji-Nya

Setelah tinggal selama tiga bulan di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya kembali melanjutkan perjalanan menuju…

9 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 5) – Jadilah Berkat di Mana Pun Tuhan Menempatkanmu

Selama tiga hari pertama di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya diterima dengan ramah oleh Publius,…

1 day ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 4) – Jangan Hidup Berdasarkan Penilaian Manusia

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, penduduk Malta segera mengambil kesimpulan. Mereka berkata: "Orang ini…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 3) – Jangan Membiarkan Racun Tetap Melekat

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, semua orang yang melihatnya langsung menyimpulkan bahwa ia pasti…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 2) – Tetap Melayani di Tengah Tantangan

Setelah tiba di Pulau Malta, Paulus bukan hanya berdiam diri menikmati kehangatan api yang telah…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 1) – Kasih yang Dinyatakan Melalui Orang yang Tidak Kita Duga

Setelah selamat dari badai yang dahsyat, Paulus dan seluruh penumpang kapal akhirnya tiba di sebuah…

5 days ago