Seri Harta yang Terpendam

Harta yang Terpendam (Bagian 9) – Nilai Harta Itu Melebihi Emas dan Perak

“Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu.”

Matius 13:44

Ingatlah bahwa harta itu adalah Injil kebenaran. Nah, berapa nilai harta itu? Apakah harta itu lebih mahal dari emas dan perak?

“Nilai harta ini adalah di atas emas dan perak. Kekayaan dari pertambangan dunia ini tidak dapat menyamainya.”

Christ’s Object Lessons 107.1

Itulah sebabnya kitab Ayub mencatat, “Kata samudera raya: Ia tidak terdapat di dalamku, dan kata laut: Ia tidak ada padaku. Untuk gantinya tidak dapat diberikan emas murni, dan harganya tidak dapat ditimbang dengan perak. Ia tidak dapat dinilai dengan emas Ofir, ataupun dengan permata krisopras yang mahal atau dengan permata lazurit; tidak dapat diimbangi oleh emas, atau kaca, ataupun ditukar dengan permata dari emas tua. Baik gewang, baik hablur, tidak terhitung lagi; memiliki hikmat adalah lebih baik dari pada mutiara.” (Ayub 28:14-18)

“Inilah harta yang terdapat dalam Kitab Suci. Kitab Suci adalah kitab pelajaran dari Allah yang besar, pendidik-Nya yang besar. Dasar segenap ilmu pengetahuan yang benar terdapat dalam Kitab Suci. Setiap cabang ilmu bisa diperoleh dengan menyelidik firman Allah. Dan di atas segala-galanya, Alkitab itu mengandung ilmu dari segala ilmu, ilmu keselamatan. Alkitab adalah tambang harta Kristus yang tak terselidiki.”

Christ’s Object Lessons 107.3

Oleh karena itu, renungkanlah firman Tuhan setiap hari seperti kata pemazmur, “tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.” (Mazmur 1:2)

Selamat pagi dan Tuhan memberkati.

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 2 (Bagian 3) – Mendengar atau Melakukan?

Setelah berbicara tentang penghakiman Allah yang adil, Paulus membawa kita kepada sesuatu yang sering kali…

21 hours ago

Perenungan Roma 2 (Bagian 2) – Allah Menghakimi dengan Adil

Setelah mengingatkan kita untuk tidak menghakimi orang lain, Paulus mengarahkan perhatian kita kepada satu hal…

2 days ago

Perenungan Roma 2 (Bagian 1) – Jangan Menghakimi Orang Lain

Setelah dalam pasal sebelumnya Paulus menjelaskan tentang dosa dan keadaan manusia yang semakin jauh dari…

3 days ago

Perenungan Roma 1 (Bagian 6) – Jangan Keraskan Hati

“Dan karena mereka tidak merasa perlu untuk mengakui Allah, maka Allah menyerahkan mereka kepada pikiran-pikiran…

4 days ago

Perenungan Roma 1 (Bagian 5) – Ketika Hati Menjauh dari Allah

Roma 1:26–27 menunjukkan kepada kita akibat yang semakin jauh ketika manusia terus-menerus menolak Allah. Paulus…

5 days ago

Perenungan Roma 1 (Bagian 4) – Menukar Kebenaran dengan Kebohongan

Setelah menjelaskan bagaimana manusia menolak Allah, Paulus menunjukkan akibat yang terjadi ketika manusia memilih untuk…

6 days ago