Seri Harta yang Terpendam

Harta yang Terpendam (Bagian 2) – Butuh Pengorbanan

“Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu.”

Matius 13:44

Bagaimana orang lain bisa menemukan harta itu?

“Seseorang menyewa tanah untuk dikerjakan dan ketika lembu membajak tanah, harta yang terpendam tergali. Ketika orang ini menemukan harta itu, dia melihat bahwa dia akan mendapat untung. Ia menyembunyikan emas itu, dia kembali ke rumahnya dan menjual segala harta miliknya untuk membeli ladang yang berisi harta itu.”

Christ’s Object Lesson 103.3

Lalu bagaimana respon keluarga dan tetangganya yang melihat ia menjual segala harta miliknya untuk membeli ladang itu?

“Keluarga dan tetangga-tetangganya berpikir bahwa ia bertindak seperti orang yang tidak waras. Memandang kepada ladang itu, mereka tidak melihat ada sesuatu yang berharga dalam tanah yang terlantar itu. Tetapi orang itu tahu apa yang diperbuatnya; dan ketika ia sudah berhak atas tanah itu, ia mencari di segala sudut untuk mencari harta yang telah disimpannya.”

Christ’s Object Lesson 103.3

Apa arti dari perumpamaan ini?

“Perumpamaan ini menggambarkan nilai dari harta surga dan usaha yang harus dibuat untuk mencarinya. Penemu harta di ladang itu rela menukarkan dengan segala harta miliknya, siap sedia untuk bekerja tanpa mengenal lelah, untuk mendapatkan harta yang tersembunyi. Demikianlah penemu harta surga akan menganggap tidak ada pekerjaan yang terlalu berat atau pengorbanan yang terlalu mahal, untuk menemukan harta kebenaran itu.”

Christ’s Object Lesson 104.1

Untuk menemukan harta terpendam itu, memang butuh pengorbanan. Bahkan mungkin dianggap tidak waras oleh banyak orang. Tetapi bagi penemu harta surga, tidak ada pekerjaan yang terlalu berat atau pengorbanan yang terlalu mahal untuk harta kebenaran itu.

Biarlah kita yang sementara mencari harta kebenaran juga akan merasa bahwa ini adalah sesuatu yang sangat berharga.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati.

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 9 (Bagian 1) – Hati yang Merindukan Keselamatan Orang Lain

“Sejak pertobatannya [Paulus], ia sangat rindu untuk menolong saudara-saudara sebangsanya agar memperoleh pemahaman yang jelas…

14 hours ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 14) – Tidak Ada yang Dapat Memisahkan Kita dari Kasih Allah

“Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada…

2 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 13) – Jika Allah di Pihak Kita

“… Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? Kristus Yesus, yang telah…

3 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 12) – Allah Menuntun Kita Menuju Kemuliaan

“Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka…

4 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 11) – Dibentuk Menjadi Serupa dengan Kristus

“Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa…

5 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 10) – Allah Turut Bekerja untuk Mendatangkan Kebaikan

“Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka…

6 days ago