Seri Teladan Terbaik

Teladan Terbaik (Bagian 2) – Sikap Manis dan Tidak Mementingkan Diri Sendiri

Kemarin kita sudah belajar bahwa teladan terbaik kita adalah Yesus. Oleh karena itu, untuk beberapa waktu ke depan, kita akan membahas beberapa teladan Yesus mulai dari masa kanak-kanak hingga dewasa.

Hari ini kita akan melihat masa kanak-kanak Yesus. Di dalam Alkitab dicatatkan, “Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya.” (Lukas 2:40)

Mulai dari masa kanak-kanak, Yesus penuh dengan hikmat. Apa itu hikmat? “… takut akan Tuhan, itulah hikmat …” (Ayub 28:28)

Jadi, hikmat itu sama dengan takut akan Tuhan dan “Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat.” (Amsal 8:13)

Jadi kita bisa katakan bahwa Yesus adalah seorang yang tidak menyukai kejahatan. Dan di dalam buku The Story of Jesus dicatatkan bahwa “Ia selalu menunjukkan sikap yang manis dan sikap yang tidak mementingkan diri sendiri.” (The Story of Jesus 29.6)

Jadi teladan pertama yang kita bisa tiru dari Yesus adalah selalu bersikap manis dan tidak mementingkan diri sendiri. Pertanyaan bagi masing-masing kita, “Apakah saya sudah bersikap manis dan tidak mementingkan diri sendiri? Ataukah saya masih sering bersikap kasar kepada orang lain, bersikap kurang ajar atau tidak sopan kepada orang lain? Atau mungkin kita mementingkan diri sendiri saja?” Renungkanlah pertanyaan itu dan jawablah dalam hati kita masing-masing.

Kiranya renungan kita pada hari ini boleh mengingatkan kita untuk selalu memandang kepada Kristus agar hidup kita berubah semakin serupa dengan karakter Kristus, yaitu memiliki sikap yang manis dan tidak mementingkan diri sendiri. 

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin.

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 6 (Bagian 8) – Menghasilkan Buah

“Dan buah apakah yang kamu petik dari padanya? Semuanya itu menyebabkan kamu merasa malu sekarang,…

10 hours ago

Perenungan Roma 6 (Bagian 7) – Pengudusan

“... Sebab sama seperti kamu telah menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kecemaran dan kedurhakaan ...…

1 day ago

Perenungan Roma 6 (Bagian 6) – Merdeka untuk Taat

“Apakah kamu tidak tahu, bahwa apabila kamu menyerahkan dirimu kepada seseorang sebagai hamba untuk mentaatinya,…

2 days ago

Perenungan Roma 6 (Bagian 5) – Jangan Biarkan Dosa Berkuasa

“Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan…

3 days ago

Perenungan Roma 6 (Bagian 4) – Hidup bagi Allah dalam Kristus

“Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa, satu kali dan untuk selama-lamanya, dan kehidupan-Nya adalah kehidupan…

4 days ago

Perenungan Roma 6 (Bagian 3) – Manusia Lama Sudah Disalibkan

“Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang…

5 days ago