Seri Peribahasa

Seri Peribahasa (Bagian 5) – Bagai Air di Daun Talas

Peribahasa kita hari ini adalah “Bagai air di daun talas” artinya: Orang yang tidak tetap pendiriannya.

Ingatkah kita akan kisah Hananya, Misael, dan Azarya yang di perapian menyala-nyala? Kisah ini terdapat di dalam kitab Daniel pasal 3.

Kisah ini menceritakan ada seorang raja yang membuat patung dan meminta seluruh orang yang disana untuk menyembah patung. Raja ini berkata, “siapa yang tidak sujud menyembah, akan dicampakkan seketika itu juga ke dalam perapian yang menyala-nyala!” (Daniel 3:6)

Ada ancaman hukuman bagi yang tidak mau menyembah patung, tetapi ada tiga pemuda Ibrani yang tidak mau menyembah patung. Saat itu raja sangat marah, tetapi ia masih memberikan kesempatan kepada mereka sekali lagi, tetapi ketiga pemuda Ibrani ini tetap tidak mau dan berkata, “Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu.” (Daniel 3:17-18)

Dan kita tahu di akhir kisah ini, mereka bertiga walaupun dilempar ke dalam perapian yang dipanaskan tujuh kali lipat tetap tidak terbakar.

Dari sini kita belajar pentingnya kita mempertahankan kebenaran. Saat kita sudah mengetahui kebenaran, tetap berdirilah teguh walaupun mungkin nyawa adalah ancamannya. Ingatlah kisah ini dan tetaplah setia kepada Tuhan sampai akhir.

Paulus menasihati, “Tetapi hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini ….” (2 Timotius 3:14)

Selamat pagi dan Tuhan memberkati.

Grow

Recent Posts

Perenungan Titus 1 (Bagian 3) – Waspada terhadap Ajaran yang Menyesatkan

Setelah menjelaskan karakter yang harus dimiliki oleh seorang penatua, Paulus segera mengungkapkan alasannya. Jemaat di…

12 hours ago

Perenungan Titus 1 (Bagian 2) – Lebih Berharga daripada Jabatan

“Sebab sebagai pengatur rumah Allah seorang penilik jemaat harus tidak bercacat...” Titus 1:7 Ketika Paulus…

2 days ago

Perenungan Titus 1 (Bagian 1) – Janji Allah Tidak Pernah Gagal

“dan berdasarkan pengharapan akan hidup yang kekal yang sebelum permulaan zaman sudah dijanjikan oleh Allah…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 8) – Injil Tidak Dapat Dipenjarakan

Kitab Kisah Para Rasul ditutup dengan sebuah pemandangan yang sederhana, tetapi penuh makna. Paulus memang…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 7) – Tetap Setia Menyampaikan Kebenaran

Sesampainya di Roma, Paulus tidak membuang waktu. Meskipun masih berstatus sebagai tahanan rumah, ia segera…

5 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 6) – Tuhan Tidak Pernah Lupa Janji-Nya

Setelah tinggal selama tiga bulan di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya kembali melanjutkan perjalanan menuju…

6 days ago