Seri Peribahasa

Seri Peribahasa (Bagian 4) – Buah yang Jatuh, Tidak Jauh dari Pohonnya

Peribahasa kita hari ini adalah “Buah yang jatuh, tidak jauh dari pohonnya” artinya: Sifat seorang anak tidak jauh berbeda dari ayahnya.

Sebenarnya peribahasa ini mirip dengan apa yang dicatat di Alkitab, “Jikalau suatu pohon kamu katakan baik, maka baik pula buahnya; jikalau suatu pohon kamu katakan tidak baik, maka tidak baik pula buahnya. Sebab dari buahnya pohon itu dikenal.” (Matius 12:32)

Kita mungkin sudah bosan baca atau dengar ayat ini bukan?

Tapi Ingatlah bahwa orang lain tidak bisa membaca pikiran kita, mereka hanya bisa melihat perbuatan dan perkataan kita.

Teringat pada satu tokoh terkenal bernama Mahatma Gandhi yang pernah berkata: “I like your Christ, I do not like your Christians. Your Christians are so unlike Christ. If all Christian acted like Christ, the whole world would be Christian.

Terjemahan bebas: “Aku suka dengan Kristus kalian, tetapi aku tidak suka dengan orang Kristen/kekristenan. Karena orang-orang Kristen atau kekristenan kalian tidak mirip atau tidak sama dengan Kristus. Jika semua orang Kristen memiliki karakter Kristus, maka seluruh dunia akan menjadi Kristen.

Marilah hari ini kita refleksikan diri kita, ‘Apakah kehidupan kita sudah mencerminkan Kristus? Apakah kita sudah berbuah yang baik sehingga orang mengenal pohon yang adalah Kristus itu sendiri?’ Karena buah yang jatuh, tidak jauh dari pohonnya. Perbuatan dan perkataan kita tidak berbeda dengan Kristus jika kita mengaku sebagai anak-Nya.

Itulah sebabnya Yohanes berkata, “Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.” (1 Yohanes 3:18)

Yesus juga berkata, “Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” (Matius 5:16)

Kiranya perkataan dan perbuatan kita boleh selalu mencerminkan Kristus.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati.

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 26 (Bagian 5) – Kesaksian Paling Kuat

Setelah menegur Paulus dengan kata-kata, "Sukar bagimu menendang ke galah rangsang," Yesus tidak berhenti sampai…

17 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 26 (Bagian 4) – Sukar Menendang ke Galah Rangsang

Kemarin kita sudah membahas “Mengapa engkau menganiaya Aku?” dan hari ini kita akan membahas ungkapan…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 26 (Bagian 3) – Mengapa Engkau Menganiaya Aku?

Di hadapan Raja Agripa, Paulus melanjutkan kesaksiannya tentang peristiwa yang mengubah seluruh hidupnya. Dalam perjalanan…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 26 (Bagian 2) – Kuasa Tuhan yang Mengubahkan

Di hadapan Raja Agripa, Paulus mulai menceritakan kehidupannya sebelum bertobat. Ia menjelaskan bahwa dahulu ia…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 26 (Bagian 1) – Kesempatan untuk Bersaksi

Setelah berbagai tuduhan dan persidangan yang dialaminya, Paulus kini berdiri di hadapan Raja Agripa, Bernike,…

5 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 25 (Bagian 6) – Kesempatan untuk Bersaksi

Setelah mendengar penjelasan Festus mengenai perkara Paulus, Raja Agripa berkata: “… ‘Aku ingin mendengar orang…

6 days ago