Seri Kepemimpinan Kristen

Kepemimpinan Kristen Part 3 – Bertanya

Pemimpin yang sudah dipilih oleh Tuhan, berarti ada kepercayaan yang Tuhan sudah berikan.

Lalu apa yang harus dilakukan sebagai pemimpin?

Biarlah masing-masing mereka yang diberikan kepercayaan suci kepada mereka bertanya: “Bagaimana saya bertemu dengan mata Allah yang memeriksa? Adakah hati saya bersih dari kecemarannya? atau sudahkah pelataran bait sucinya menjadi begitu ternoda, begitu dipenuhi dengan para pembeli dan penjual, sehingga tidak ada lagi tempat untuk Kristus?” (Christian Leadership 4.3)

Bertanyalah pada Tuhan bukan untuk menyelidiki kesalahan orang lain atau orang yang sedang kita pimpin, tapi bertanyalah untuk menyelidiki hati kita sendiri.

Apakah saya bersih di hadapan Tuhan?

Tanpa menunjukkan kepada orang lain, marilah kita sebagai pemimpin yang baik mulai dengan melihat diri kita sendiri.

Jika kita sudah melihat diri kita sendiri dan belum bersih, maka berdoa dan mintalah kepada Tuhan, “Bersihkanlah aku dari pada dosaku dengan hisop, maka aku menjadi tahir, basuhlah aku, maka aku menjadi lebih putih dari salju!” (Mazmur 51:9)

Maka saat kita menjadi bersih, akan ada banyak keuntungan yang kita dapat. Apa saja? Besok kita akan membahasnya.

Hari ini belajarnya untuk tidak melihat orang lain, tapi mulailah melihat dari diri kita sendiri dan bertanya kepada Tuhan apakah hati saya bersih? 

Selamat pagi dan Tuhan memberkati.

Grow

Recent Posts

Perenungan Titus 1 (Bagian 2) – Lebih Berharga daripada Jabatan

“Sebab sebagai pengatur rumah Allah seorang penilik jemaat harus tidak bercacat...” Titus 1:7 Ketika Paulus…

3 hours ago

Perenungan Titus 1 (Bagian 1) – Janji Allah Tidak Pernah Gagal

“dan berdasarkan pengharapan akan hidup yang kekal yang sebelum permulaan zaman sudah dijanjikan oleh Allah…

1 day ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 8) – Injil Tidak Dapat Dipenjarakan

Kitab Kisah Para Rasul ditutup dengan sebuah pemandangan yang sederhana, tetapi penuh makna. Paulus memang…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 7) – Tetap Setia Menyampaikan Kebenaran

Sesampainya di Roma, Paulus tidak membuang waktu. Meskipun masih berstatus sebagai tahanan rumah, ia segera…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 6) – Tuhan Tidak Pernah Lupa Janji-Nya

Setelah tinggal selama tiga bulan di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya kembali melanjutkan perjalanan menuju…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 5) – Jadilah Berkat di Mana Pun Tuhan Menempatkanmu

Selama tiga hari pertama di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya diterima dengan ramah oleh Publius,…

5 days ago