Lagu

Antara Menyanyi dan Menjangkau Jiwa-jiwa

Beberapa minggu yang lalu kita telah belajar bahwa nyanyian dan musik adalah sebuah hal yang sangat luar biasa. Itu dapat menjadi berkat jika digunakan dengan tepat, itu dapat membawa suasana yang lebih membahagiakan di tengah-tengah dunia yang penuh dengan keluh kesah ini, itu dapat mendekatkan jiwa kita kepada Tuhan terutama jika lirik pada nyanyian itu adalah yang bersumber dari Firman Tuhan, dan masih banyak lagi.

Namun, ada sebuah kutipan yang sangat menarik. Di atas keindahan musik yang Tuhan anugerahkan kepada kita, ada sebuah hal yang lebih penting dari latihan musik dan menyanyi itu sendiri.

“Orang muda pria dan wanita, saya melihat bahwa Allah memiliki sebuah pekerjaan untuk engkau lakukan; pikullah salibmu dan ikutilah Kristus … Berapa banyak jiwa yang telah diselamatkan melalui sarana perkumpulan percakapan dan pelatihan musik ini? Jika engkau tidak dapat menunjuk satu jiwa kepada keselamatan, berbaliklah, oh, berbaliklah kepada hal yang lain. Mulailah untuk berdoa untuk jiwa-jiwa; datang dekat pada Kristus … Biarlah roh yang rendah hati dan lembut menghiasi dirimu, dan biarlah permohonanmu yang sungguh-sungguh, hancur, dan rendah hati naik kepada-Nya untuk hikmat sehingga engkau tidak hanya berhasil dalam menyelamatkan dirimu sendiri, tetapi jiwa-jiwa orang lain. Lebih banyak berdoalah daripada menyanyi. … Orang muda pria dan wanita, Tuhan memanggil engkau untuk bekerja, bekerja bagi-Nya. … Engkau dapat melakukan pekerjaan yang tidak dapat dilakukan oleh para pendeta … Engkau dapat menjangkau sebuah kelompok yang para pendeta tidak dapat jangkau.”

Testimonies for the Church, Vol. 1, p. 513

Tuhan tidak melarang kita menggunakan waktu-waktu kita untuk menyanyi dan bermain musik secara pribadi maupun kelompok, tetapi melalui kutipan di atas kita diingatkan bahwa pekerjaan utama kita di dunia ini adalah bagaimana kita mempertahankan keselamatan yang Tuhan telah berikan, baik untuk diri kita sendiri maupun orang lain. Janganlah hal ini digantikan dan diabaikan karena musik. 

Mintalah hikmat dari Tuhan bagaimana kita dapat melakukan semuanya dengan seimbang sehingga segala sesuatu yang kita lakukan sesuai dengan kehendak-Nya.

Selamat pagi dan Tuhan menyertai kita semua.

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 18 (Bagian 2) – Jangan Diam

Di Korintus, pelayanan Paulus tidak selalu berjalan mudah. Ketika ia memberitakan Injil, sebagian orang mulai…

11 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 18 (Bagian 1) – Menjadi Saksi

Setelah meninggalkan Atena, Paulus tiba di Korintus. Di sana ia bertemu dengan sepasang suami istri,…

1 day ago

Perenungan Kisah Para Rasul 17 (Bagian 4) – Tetap Setia Menyampaikan Kebenaran

Setelah Paulus menjelaskan tentang Allah yang benar di Atena, ia mulai berbicara tentang pertobatan dan…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 17 (Bagian 3) – Religius Belum Tentu Mengenal Tuhan

Setelah meninggalkan Berea, Paulus tiba di Atena, sebuah kota yang penuh dengan filsafat, budaya, dan…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 17 (Bagian 2) – Kebenaran Tidak Dapat Dihentikan

Setelah banyak orang di Berea menerima firman Tuhan, kabar itu sampai kepada orang-orang Yahudi di…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 17 (Bagian 1) – Belajar Seperti Orang Berea

Dalam perjalanan pelayanannya, Paulus dan Silas tiba di Tesalonika lalu memberitakan Injil di rumah ibadat…

5 days ago